PROBOLINGGO – Proyek pengeboran sumur bor di Desa Kaliacar, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, diduga kuat merupakan proyek siluman. Pasalnya, proyek yang saat ini sedang dikerjakan tersebut tidak di temukan papan nama proyek atau informasi publik apapun di lokasi
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat dan awak media terkait transparansi penggunaan anggaran negara.
Saat tim awak media mencoba melakukan konfirmasi ke Pemerintah Desa Kaliacar, pihak desa menyebut bahwa penerima bantuan tersebut adalah Kelompok Tani Sumber Kali Rejeki.
Tim kemudian berupaya menghubungi Ketua Kelompok Tani Sumber Kali Rejeki, Junaidi. Namun yang bersangkutan diketahui sedang berada di Bali. Saat ditemui di kediamannya, tim hanya bertemu dengan istrinya yang kemudian mengarahkan awak media untuk menghubungi seseorang bernama Agus, yang sampai saat ini tidak diketahui secara jelas kapasitas dan perannya dalam proyek tersebut.
Karena belum mendapatkan jawaban, awak media kemudian menemui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat. Dari PPL inilah diketahui bahwa proyek sumur bor tersebut berasal dari dana aspirasi.
Namun janggalnya, saat ditanya berapa besar anggaran proyek tersebut, PPL mengaku tidak tahu. PPL tersebut menjelaskan bahwa yang mengajukan dan membuat proposal memang dari Kelompok Tani, namun anggaran turun ke CV dan pertanggungjawaban juga dari CV tersebut.
“Itu yang mengajukan kelompok tani ,yang membuat proposal mereka, tapi anggarannya turun ke CV dan pertanggungjawabannya juga dari CV katanya,” ujar PPL kepada tim media ini.
Mekanisme tersebut dinilai janggal. Jika pengajuannya dari kelompok tani, seharusnya pelaksanaan dan pertanggungjawaban juga melekat pada kelompok tani, bukan dilimpahkan ke pihak rekanan CV. Ditambah lagi tidak adanya papan informasi di lokasi, semakin memperkuat dugaan minimnya transparansi.
Sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap penggunaan dana yang bersumber dari negara wajib untuk diinformasikan kepada publik.
Hingga berita ini diterbitkan, Junaidi Ketua Poktan Sumber Kali Rejeki yang berada di Bali, Agus, pihak CV, serta Dinas terkait belum berhasil dimintai keterangan, Tim media akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan.(ABY)
