PROBOLINGGO, BeritaHarianIndonesia.com – Lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kota Probolinggo kini didorong untuk melangkah lebih jauh dari sekadar menjaga kelangsungan operasional.
Tantangan dunia modern menuntut sekolah-sekolah ini untuk proaktif berinovasi, memperluas pertumbuhan, serta cepat beradaptasi dengan dinamika zaman.
Arahan strategis tersebut mengemuka dalam acara Workshop Leadership Strategy for School Growth yang diinisiasi oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PDM Kota Probolinggo.
Pertemuan yang dilangsungkan pada Rabu (30/9/2026) ini dihadiri secara komprehensif oleh jajaran pimpinan satuan pendidikan, mulai dari kepala sekolah, kepala madrasah, hingga pimpinan PAUD ‘Aisyiyah se-Kota Probolinggo.
Acara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, S.K.M., M.Si., yang turut memaparkan materi motivasi terkait arah kebijakan pendidikan daerah.
Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Muhammadiyah dalam memajukan kualitas pendidikan, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi erat antara pemerintah dan lembaga swasta guna menjawab berbagai tantangan lokal.
Lebih lanjut, keterlibatan Dinas Pendidikan berlanjut melalui pemaparan materi dari Sekretaris Dinas, Ach. Philip, M.Pd., M.Si. Beliau membawakan topik bertajuk
‘Strategi Kepemimpinan Berbasis Nilai untuk Pertumbuhan Sekolah Muhammadiyah Unggul.’
Menurutnya, seorang kepala sekolah wajib keluar dari zona nyaman administratif dengan cara mengoptimalkan sumber daya, memperkuat kultur organisasi, serta memastikan setiap program membawa dampak nyata bagi kemajuan institusi.
Pentingnya kolaborasi lintas sektor turut digarisbawahi oleh Ketua PDM Kota Probolinggo, Drs. Dawam Ikhsan, M.Si.
“Sinergi sekolah Muhammadiyah dengan pemerintah sangat penting untuk membangun sekolah yang berwawasan kemajuan,” ujarnya.
Ia berpesan bahwa sekolah Muhammadiyah tidak bisa berdiri sendiri tanpa kemitraan yang kuat, termasuk bersama pemerintah, demi mewujudkan visi pendidikan yang berkemajuan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran penting PDM lainnya seperti Samsul Arifin, M.Pd., Mohammad Erfan Riyadi, M.Pd., Drs. R. Achmad Mahfud, M.Si., serta Abdul Rosi, S.H., M.Pd.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan wawasan mendalam dari Wakil Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Timur sekaligus Ketua BAN PDM Jatim, Phonny Aditiawan Mulyana, S.E., M.M.
Ia menekankan bahwa esensi kepemimpinan terletak pada keberanian mengambil langkah strategis demi kepentingan bersama.
“Leadership is the art of making decisions on behalf of others and for others” ucapnya.
Melalui rangkaian workshop yangý ditutup langsung oleh Phonny Aditiawan Mulyana ini, Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Probolinggo menaruh harapan besar.
Penguatan kapasitas yang telah diperoleh para kepala sekolah diharapkan mampu ditransformasikan menjadi aksi nyata di lapangan, menjadikan institusi pendidikan Muhammadiyah bukan sekadar bertahan, melainkan terus bertumbuh dan menjadi pilihan utama masyarakat.(Win.AR/Poer)
