Air Tirta Argopuro Mati Dua Bulan, Agus Suyono Kirim Surat ke Bupati

Bagikan

PROBOLINGGO, BeritaHarianIndonesia.com — Terhentinya aliran air Perumdam Tirta Argopuro selama sekitar dua bulan di Dusun Tunggul Asih, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, mendapat perhatian DPC Madas Sedarah. Melalui Agus Suyono bersama Fauzi dan Taufik, surat terkait keluhan warga dilayangkan kepada Bupati Probolinggo pada Senin (28/9/2026).

Penyampaian surat tersebut merupakan langkah untuk menyampaikan aspirasi warga yang terdampak gangguan distribusi air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Warga yang terdampak disebut berjumlah 48 kepala keluarga di RT 02, RW 01, Dusun Tunggul Asih. Selama aliran air Perumdam tidak berjalan, warga mengaku harus memenuhi kebutuhan air untuk memasak, minum, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya dengan membeli air secara swadaya.

Sebagian warga juga mengandalkan bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. Namun, warga menyebut bantuan tersebut belum selalu mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat terdampak.

Agus Suyono selaku Panglima DPC Madas Sedarah Kabupaten Probolinggo mengatakan, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pihak Perumdam Tirta Argopuro, khususnya Unit Leces.

“Saya resah kepada Perumdam Tirta Argopuro di desa kami, Malasan Wetan. Saya minta segera ditangani dan ditindaklanjuti,” ujar Agus Suyono.

Selain persoalan terhentinya distribusi air, Agus juga menyoroti kewajiban pembayaran pelanggan. Menurut dia, warga mempertanyakan tagihan yang disebut tetap berjalan meskipun aliran air tidak dapat dinikmati selama gangguan berlangsung.

“Yang saya sesalkan, kondisi air Perumdam mati tetap dikenakan biaya. Itu jelas-jelas merugikan kami selaku konsumen,” katanya.

Usai menyampaikan surat kepada Bupati Probolinggo, Agus bersama rombongan melanjutkan langkah dengan mengantarkan surat audiensi untuk agenda rapat dengar pendapat (RDP) ke Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo.

Rombongan kemudian mendatangi kantor Pusat Perumdam Tirta Argopuro di Dringu untuk menyampaikan surat keluhan warga terkait terhentinya distribusi air di Dusun Tunggul Asih, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan.

Rangkaian penyampaian surat tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga sekaligus meminta adanya kejelasan mengenai penyebab terhentinya aliran air, penanganan gangguan, serta pelayanan kepada pelanggan selama kondisi tersebut berlangsung.

Warga berharap pihak Perumdam Tirta Argopuro segera memberikan penjelasan dan mengambil langkah penanganan agar distribusi air bersih kembali berjalan.

Di sisi lain, persoalan mengenai tagihan pelanggan selama gangguan pelayanan juga diharapkan mendapat penjelasan resmi dari pihak Perumdam Tirta Argopuro, sehingga warga memperoleh kepastian mengenai kewajiban pembayaran selama pelayanan air mengalami gangguan. (Tim BHI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *