Duka Menyelimuti Kota Probolinggo: Ulama Kharismatik KH Abdul Aziz RM Tutup Usia

Bagikan

Probolinggo, BeritaHarian Indonesia.com –
Kota Probolinggo kembali berduka. Salah satu ulama kharismatik dan tokoh agama berpengaruh di kota ini, KH Abdul Aziz Rahmatullah atau yang akrab disapa KH Abdul Aziz RM, wafat pada usia 57 tahun, Senin (21/9) sekitar pukul 20.00 WIB.

Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di kediaman beliau yang berada di Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok.

Kepergian sosok yang dikenal sebagai hafidz Al-Qur’an sekaligus penerus pengasuh Pondok Pesantren As-Sanusiyah ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, para santri, alumni, serta masyarakat luas.

Sepanjang hidupnya, almarhum mendedikasikan diri sepenuhnya untuk ilmu, dakwah, dan Al-Qur’an. Kiprahnya dalam pengembangan tilawah dan qira’at bahkan membawanya dipercaya sebagai dewan hakim MTQ tingkat nasional. Di tingkat lokal, ia memegang peranan penting sebagai Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Raudlatul Jannah dan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

Di balik kepergiannya yang mendadak, tersimpan kenangan haru dari keluarga tercinta. Sang istri, Nyai Khoirotul Uztadziyah, bersama keempat anaknya menuturkan bahwa sepekan terakhir almarhum memiliki aktivitas yang sangat padat.

Selain bertugas sebagai dewan hakim nasional MTQ, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan keagamaan serta roadshow khotmil Qur’an di berbagai tempat. Di tengah jadwal yang begitu padat, kondisi fisik almarhum mulai kelelahan hingga sempat dipanggilkan tukang pijat.

Setelah beristirahat sejenak, almarhum berpamitan untuk menuju kamar mandi dan bersiap menunaikan ibadah salat Isyabyang menjadi momen terakhir sebelum akhirnya ia ditemukan beristirahat di kamar.  Sempat dilarikan ke RSUD Ar-Rozy, almarhum akhirnya dinyatakan telah berpulang ke Rahmatullah.

Kabar duka ini dengan cepat menyita perhatian para pimpinan daerah. Selasa (22/9) pagi, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama istri, dr. Evariani, langsung mendatangi rumah duka untuk bertakziah, melakukan salat jenazah, dan membacakan tahlil bersama para kepala perangkat daerah.

Bagi Dokter Aminuddin, KH Abdul Aziz RM bukan sekadar ulama besar, melainkan figur penting yang membimbing perjalanan hidup dan kepemimpinannya.

“Banyak petuah dan nasihat beliau sampaikan kepada saya, mulai dari pencalonan, deklarasi, kemenangan, hingga saat ini,” kenang wali kota dengan penuh haru.

Suasana kehilangannya terasa semakin mengejutkan mengingat pada siang harinya, Senin (21/9), wali kota masih duduk bersama almarhum dalam pembukaan MTQ ke-32 Kota Probolinggo dan merancang sejumlah program pengembangan keagamaan untuk tahun 2026.

Wali kota pun mengajak seluruh warga Kota Probolinggo untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Ungkapan belasungkawa turut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari. Didampingi suaminya, Muhammad Yusuf, Ina hadir bertakziah usai salat Dhuhur. Ia mengenang almarhum sebagai kiai karismatik yang memiliki kedekatan emosional dan historis sejak masa kepemimpinan ayahnya, HM Buchori, saat menjabat sebagai Wali Kota Probolinggo.

“Beliau memiliki perhatian besar terhadap kehidupan keagamaan dan pembinaan generasi muda, serta banyak mencetak generasi pecinta Al-Qur’an di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Rangkaian duka tersebut ditutup dengan prosesi pemakaman jenazah KH Abdul Aziz RM yang dilangsungkan selepas salat Dhuhur di pemakaman keluarga dalam area Pondok Pesantren As-Sanusiyah.

Ribuan jemaah, mulai dari santri, alumni, ulama, hingga masyarakat umum, hadir mengiringi kepergian beliau.

Meski raganya telah tiada, keteladanan, ilmu, serta kecintaan mendalam almarhum terhadap Al-Qur’an dipastikan akan terus hidup dan menerangi langkah para santri serta generasi muda yang pernah dibimbingnya.(Poer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *