Probolinggo – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan suci Ramadhan di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menjadi sorotan masyarakat. Paket makanan yang diproduksi oleh Dapur MBG Sumberkedawung dan disalurkan melalui sekolah di wilayah Pindokwuluh kepada warga Desa Kerpangan menuai pertanyaan terkait kualitas dan kelayakan bahan pangan.
Momentum Ramadhan yang identik dengan peningkatan kebutuhan asupan bergizi saat sahur dan berbuka justru diwarnai keluhan penerima manfaat.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, satu paket MBG berisi dua potong jagung rebus, satu buah apel, serta beberapa butir edamame (kedelai muda) dalam kemasan plastik transparan.
Sejumlah warga menilai kualitas bahan pangan seharusnya lebih diperhatikan, terlebih dalam kondisi masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa.
“Ini bulan Ramadhan. Harusnya kualitas gizinya nya benar-benar dijaga. Jangan sampai makanan yang dibagikan justru tidak sesuai dengan instruksi Presiden, katanya minum susu, bulan puasa kok susunya malah tidak ada” ujar salah satu warga Desa Kerpangan.
Secara kandungan gizi, jagung merupakan sumber karbohidrat dan serat, edamame kaya protein nabati serta mikronutrien, sementara apel mengandung vitamin dan antioksidan. Namun nilai gizi tidak hanya ditentukan oleh komposisi, melainkan juga kesegaran, kebersihan, dan keamanan konsumsi.
Dalam standar tata kelola program pangan publik, aspek quality control dan food safety menjadi elemen krusial. Bahan baku seharusnya melalui proses seleksi sebelum diolah dan didistribusikan. Apalagi dalam konteks Ramadhan, ketika kondisi fisik masyarakat memerlukan asupan yang benar-benar aman dan layak.
Tokoh masyarakat setempat meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di Dapur MBG Sumberkedawung, termasuk mekanisme pemeriksaan bahan sebelum disalurkan melalui sekolah di Pindokwuluh.
Mereka menilai, tanpa pengawasan ketat, program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi masyarakat berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait standar pemeriksaan bahan pangan maupun prosedur distribusi MBG selama Ramadhan.
Program sosial adalah bentuk tanggung jawab negara kepada masyarakat. Namun tanggung jawab itu tidak berhenti pada kuantitas distribusi. Ia harus menyentuh mutu, transparansi pengadaan, serta pengawasan berlapis yang konsisten.
Ramadhan mengajarkan amanah dan integritas. Nilai tersebut seharusnya tercermin dalam setiap pelaksanaan kebijakan publik.
SGB News menilai polemik ini perlu dijawab secara terbuka. Jika terdapat kekurangan, lakukan pembenahan secara cepat dan terukur. Jika telah sesuai standar, sampaikan secara transparan kepada publik agar tidak muncul spekulasi.
Karena dalam program publik, ukuran keberhasilan bukan hanya tersalurkantetapi juga layak, aman, dan bermutu. Dan masyarakat Desa Kerpangan berhak atas standar itu.
Tim-Redaksi
