Probolinggo, Berita Harian Indonesia —
Hasil investigasi tim Berita Harian Indonesia (BHI) mengungkap adanya indikasi pengerjaan asal-asalan dalam proyek perbaikan Jembatan Pajarakan yang terletak di jalur vital Pantura Surabaya–Situbondo. Proyek yang seharusnya menjadi infrastruktur andalan ini justru menyisakan sejumlah kejanggalan, baik dari sisi teknis maupun transparansi anggaran.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa proses perbaikan, khususnya pada bagian pengelasan besi, tidak dilakukan secara menyeluruh. Las hanya tampak di bagian bawah, sementara bagian atas dibiarkan terbuka tanpa penguatan memadai. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan ketahanan jembatan dalam jangka panjang, terutama mengingat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut.
Lebih lanjut, saat tim BHI mencoba mengonfirmasi kepada beberapa pekerja di lokasi mengenai keberadaan besi patah dan metode perbaikan yang digunakan, mereka tidak mampu memberikan penjelasan teknis yang memadai. Kondisi ini menambah keraguan atas profesionalitas pelaksanaan proyek tersebut.
Bukan hanya itu, proyek ini diduga sarat dengan praktik penggelembungan anggaran (markup), mengingat minimnya transparansi dalam penggunaan dana publik yang seharusnya dipertanggungjawabkan secara terbuka. Terlebih, Jembatan Pajarakan diketahui telah beberapa kali mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, namun belum menunjukkan peningkatan kualitas signifikan.
Tim BHI mendesak pihak terkait, termasuk instansi teknis dan aparat penegak hukum, untuk melakukan audit menyeluruh atas proyek ini. Masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur yang layak, aman, dan dikerjakan dengan standar mutu yang tinggi, bukan sekadar proyek formalitas yang menyerap anggaran namun tak memberikan dampak berarti.
