Probolinggo berita harian Indonesia.com.-Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru (BTS) Tahap 4 Disinyalir Tidak Sesuai Spesifikasi
Probolinggo, 30 November 2024 – Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru (BTS) Tahap 4 yang dilaksanakan dengan anggaran besar, kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah temuan di lapangan menunjukkan adanya keretakan pada beberapa titik bangunan, meskipun proyek tersebut baru saja selesai beberapa bulan yang lalu. Kejadian ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pembangunan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan bahkan ada kemungkinan adanya markup anggaran.
Proyek ini dimenangkan oleh PT. Rajendra Pratama Jaya yang beralamat di Jl. Trunojoyo No. 52, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melalui sistem lelang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek dengan nilai pagu sebesar Rp 35.970.000.000,- ini telah mendapatkan nomor kontrak 256/SPK/Cb16.5.1/2024 dan nilai kontrak sebesar Rp 28.300.000.000,-. Namun, baru beberapa bulan setelah pengerjaan, sejumlah kerusakan mulai terlihat, seperti retakan pada bangunan yang menimbulkan keraguan terkait kualitas pengerjaannya.
Sejumlah pihak aktivis, termasuk Ketua LSM KPK Nusantara DPC Kabupaten Probolinggo, yang mengetahui masalah ini, berencana untuk melaporkan dugaan penyimpangan tersebut ke pihak berwenang. Menurutnya, anggaran yang begitu besar seharusnya dapat menjamin kualitas pekerjaan yang sesuai standar dan aman untuk kepentingan masyarakat. “Kami menduga ada ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek ini, bahkan kami mencurigai adanya markup anggaran yang tidak transparan. Kami akan segera melaporkan temuan ini ke aparat penegak hukum untuk menyelidiki lebih lanjut,” ujar Ketua LSM KPK Nusantara DPC Kabupaten Probolinggo.
Sementara itu, pihak manajemen PT. Rajendra Pratama Jaya yang dihubungi oleh awak media melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. Hal ini menambah pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek yang melibatkan dana negara tersebut.
Dengan adanya temuan-temuan ini, masyarakat dan pihak terkait berharap agar proses penyelidikan dapat dilakukan secara profesional dan objektif, agar pelaksanaan pembangunan di kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru dapat berjalan sesuai dengan tujuan awal untuk meningkatkan kualitas pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar.
(abdurahman)
