Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Apresiasi Santri Berprestasi di SMA Zainul Hasan 1 Genggong

Bagikan

Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila di SMA Zainul Hasan 1 Genggong tahun ini tidak hanya diwarnai pelaksanaan upacara bendera, tetapi juga menjadi panggung apresiasi bagi santri berprestasi. Sekolah memberikan penghargaan kepada peraih Olimpiade Nasional dan santri teladan sebagai wujud penghormatan terhadap semangat belajar, disiplin, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Upacara yang digelar di halaman SMA Zainul Hasan 1 Genggong pada Senin (1/6/2026) berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan sekolah, dewan guru, staf karyawan, serta seluruh santri. Bertindak sebagai pembina upacara, Nur Aise, S.Pd., sementara doa dipimpin oleh Kiai Mustofa, S.Hib.

Dalam amanatnya, pembina upacara mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Usai pelaksanaan upacara, sekolah melanjutkan kegiatan dengan penyerahan penghargaan kepada santri berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan kepada santri yang berhasil mengharumkan nama sekolah melalui ajang Olimpiade Nasional serta santri yang dinilai menjadi teladan dalam sikap, kedisiplinan, dan akhlak.

Penerima penghargaan santri teladan tahun ini adalah Ahmad Akbar Prasetyo dari kelas XI A dan Irmatul Hasanah dari kelas X D. Keduanya dinilai menunjukkan konsistensi dalam belajar, berperilaku santun, serta aktif memberikan pengaruh positif di lingkungan sekolah.

Guru SMA Zainul Hasan 1 Genggong, Bogel, mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan sekolah bukan sekadar bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, melainkan juga upaya membangun budaya kompetitif yang sehat di kalangan santri.

“Prestasi tidak lahir secara instan. Di balik setiap pencapaian ada proses panjang, kedisiplinan, kerja keras, dan doa. Karena itu sekolah merasa perlu memberikan penghargaan agar menjadi inspirasi bagi santri lainnya,” ujarnya.

Menurut Bogel, momentum Hari Lahir Pancasila sangat relevan untuk menanamkan pemahaman bahwa keberhasilan akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Ia menilai nilai-nilai Pancasila merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang cerdas sekaligus berakhlak.

“Pancasila mengajarkan keseimbangan antara kecerdasan dan karakter. Santri tidak cukup hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial, sikap menghormati sesama, serta semangat persatuan,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap penghargaan yang diberikan kepada para santri dapat memacu semangat belajar seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Kami ingin santri memiliki cita-cita yang tinggi, berani berkompetisi secara sehat, dan tetap menjunjung nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Itulah esensi pendidikan yang ingin terus kami bangun di SMA Zainul Hasan 1 Genggong,” tambahnya.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila 2026, SMA Zainul Hasan 1 Genggong kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. (Tim BHI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *