Penetapan IDM 2026, Desa Alas Nyiur Dorong Keterbukaan dan Partisipasi Warga Menuju Desa Mandiri

Bagikan

PROBOLINGGO — Pemerintah Desa (Pemdes) Alas Nyiur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, menetapkan hasil Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2026 melalui forum yang melibatkan unsur pemerintah desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), serta masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Alas Nyiur, Hasan Basri, bersama jajaran perangkat desa. Kehadiran masyarakat dalam forum penetapan menjadi bagian penting dalam proses penyampaian dan pembahasan data terkait kondisi serta perkembangan desa.

Bagi Pemdes Alas Nyiur, penetapan IDM tidak semata-mata menjadi agenda administratif. Hasil indeks tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pijakan dalam melihat kondisi riil desa sekaligus menentukan arah pembangunan yang akan dilakukan ke depan.

“IDM ini merupakan cerminan kita bersama. Dari sini kita bisa melihat seberapa kuat kemandirian desa, bagaimana pelayanan kepada masyarakat, dan sejauh mana kondisi sosial serta ekonomi warga. Karena itu, prosesnya perlu diketahui dan dilaksanakan secara terbuka,” ujar Hasan Basri.

Dalam forum tersebut, masyarakat bersama pemerintah desa dan pendamping turut dilibatkan dalam proses pengawalan serta pembahasan data. Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mendorong proses penetapan yang lebih transparan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Hasan Basri mengatakan, hasil IDM 2026 selanjutnya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan Pemdes Alas Nyiur dalam menyusun arah program pembangunan desa.

Sejumlah sektor menjadi perhatian, di antaranya penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan dasar, serta penguatan kelembagaan desa.

“Target kita adalah Alas Nyiur terus naik kelas, dari Desa Berkembang menuju Desa Mandiri. Tetapi itu tidak bisa dilakukan pemerintah desa sendiri. Dibutuhkan kerja sama dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik. Tingkat kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan, kekuatan ekonomi lokal, serta kapasitas kelembagaan juga menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kemandirian desa.

Sementara itu, keterlibatan masyarakat dalam forum penetapan IDM dinilai menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih terbuka. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima program pembangunan, tetapi juga memiliki ruang untuk mengetahui dan mengawal proses perencanaan pembangunan di desanya.

Dengan ditetapkannya hasil IDM 2026, Pemdes Alas Nyiur diharapkan dapat menindaklanjuti hasil tersebut melalui program yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penetapan IDM pada akhirnya bukan sekadar angka atau status desa. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil pemetaan tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang mampu meningkatkan pelayanan publik, memperkuat ekonomi warga, serta mendorong kemandirian Desa Alas Nyiur secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *