PROBOLINGGO, Selasa (21/10/2025), BeritaHarianIndonesia.com — Deretan cagak beton berdiri membisu di sepanjang Blok Pekalen, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Sejak tahun 2018, tiang-tiang tersebut telah berdiri menunggu kabel listrik resmi terpasang. Namun hingga kini, jaringan kabel belum juga terlihat.
Ketidakpastian penyambungan infrastruktur ini membuat warga terpaksa melakukan sambungan listrik secara darurat dari rumah ke rumah. Akibatnya, voltase listrik yang diterima masyarakat tidak stabil dan kerap melemah.
Bambang Sudarmaji atau Misnaji, pendamping masyarakat Maron Kidul yang dikenal aktif menyuarakan keluhan warga, menyatakan kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun tanpa kejelasan.
“Dari arah barat ada kurang lebih 10 cagak. Sudah sejak 2018 hingga kini, kabelnya belum terpasang. Jadi masyarakat hanya menyambung rumah ke rumah. Akibatnya, voltasenya rendah dan tidak kuat,” ujarnya saat ditemui di lokasi pada Senin (20/10/2025).
Menurutnya, sebagian cagak kecil masih menjadi penopang sementara sambungan listrik seadanya. Padahal, tiang resmi yang lebih besar telah tersedia, namun belum difungsikan karena kabel dari PLN tak kunjung disambungkan.
Harapan warga jelas: mereka ingin menikmati listrik dengan voltase standar dan layak seperti wilayah lainnya.
“Kami berharap PLN Kraksaan segera menyambungkan kabel SNI agar voltase masyarakat standar, karena saat ini tidak memenuhi syarat,” ungkap Misnaji, yang dikenal kalangan oleh warga dengan sebutan berambut panjang.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya proyek fiktif, Misnaji tidak memberikan tudingan langsung. Namun ia menegaskan perlunya kepastian dari pihak terkait.
“Kami meminta kepastian dari PLN Kraksaan, Cabang Pasuruan. Kenapa tidak ada kelanjutan? Kabelnya belum tersambung, sementara masyarakat menyambung darurat rumah ke rumah,” ucap Misnaji yang sering menyatakan dirinya bisa terbang keatas langit.
Ia menuturkan, keluhan warga semakin meningkat karena kawasan tersebut padat penduduk, tetapi tak memiliki akses listrik berstandar resmi. Hingga kini, hanya cagak yang tersisa tanpa kabel yang berfungsi.
“Harapan kami sebagai perwakilan masyarakat Maron Kidul, agar pihak PLN Kraksaan segera memasang kabelnya agar warga menikmati listrik dengan voltase standar” pungkasnya.(Misnaji)
