Meningkatkan Kesejahteraan Lansia Melalui Posdaya Lansia ‘Siabukar Ceria’ Lansia Klasemen Probolinggo”

Bagikan

Probolinggo Berita Harian Indonesia com.-(BHI) Gending//,Teriknya mentari di Pantai Klasik, Desa Klaseman, Kecamatan Gending, Kamis (24/7/2025), tak menyurutkan semangat puluhan lansia yang tergabung dalam Posdaya Lansia “Siabukar Ceria.” Di tengah suasana penuh semangat itu, hadir sosok yang membawa angin segar motivasi Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ, Wakil Ketua I Dekranasda, Wakil Ketua II Perwosi, sekaligus Bunda Baca Kabupaten Probolinggo.

Mengenakan seragam PKK, Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ menyapa para lansia dan kader PKK yang telah bersiap sejak pagi. Dengan gaya hangat dan penuh keakraban, ia mengaku tak hanya hadir sebagai tamu, namun juga ingin “healing” sambil menyerap inspirasi dari geliat pemberdayaan lansia di desa tersebut.

“Masya Allah, ibu-ibu semua luar biasa. Ini sekaligus kesempatan saya mengenal langsung semangat lansia yang masih produktif. Saya merasa tersambung secara hati,” ujar Ning Umi sambil tersenyum, dalam sambutannya disambut senyum hangat para hadirin.

Produk Lokal, Semangat Nasional
Di lokasi, para lansia memamerkan beragam produk olahan hasil tangan sendiri. Mulai dari bumbu rawon, soto, sate komot, keripik pisang, keripik sukun hingga jajanan basah—semuanya merupakan hasil aktivitas rutin Posdaya Lansia yang telah berjalan lebih dari dua tahun.

Ketua PKK Desa Klaseman, Wiwik Priyono, menjelaskan bahwa program ini adalah hasil kolaborasi antara desa, Dinas Sosial, dan TP PKK Kecamatan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari pemerintah daerah. Posdaya Lansia ini bukan hanya tempat berkumpul, tapi juga wadah kreativitas para lansia. Alhamdulillah, hasil produksinya bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga bahkan dijual di lingkungan sekitar,” ungkap Wiwik.

Dinas Sosial: Lansia Harus Produktif
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Rachmad Hidayanto, mengapresiasi keberlangsungan program ini. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan lansia bukan sekadar wacana, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus terus didorong.

“Lansia harus menjadi sosok yang tidak bergantung, tapi justru bisa memberi manfaat. Kita sudah arahkan melalui layanan kesehatan gratis dan pelatihan produktivitas. Produk lansia seperti ini adalah bukti nyata,” tegasnya.(Misnaji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *