Probolinggo Berita Harian Indonesia Com.-Hari Jadi Kota Probolinggo yang jatuh pada 4 September 1359 kembali dipersoalkan. Kali ini, Komunitas Bumi Banger Probolinggo menilai, hari jadi tersebut, kami duga salah, sehingga harus dikoreksi Lagi.
Untuk di Revisi karen Tidak hanya kurang pas dan cenderung di belokkan sehingga harus diluruskan,” ujar Eko A. Rahman, pegiat sejarah Probolinggo Kota dan Kabupaten, Seperti yang kita ketahui bersama, usia Kota Probolinggo pada hari jadinya di tahun ini 2025.berarti sudah mencapai 666 THN, sementara Kabupaten Probolinggo masih 279 (pada 2025). Ini dinilai janggal karena kedua daerah yang bertetangga ini lahir dari “rahim” yang sama, Eko menjelaskan,
selama ini Hari Jadi Kota Probolinggo mengacu pada saat Prabu Hayam Wuruk (Majapahit) memerintah untuk membuka hutan Banger (Babat Alas Banger) pada 4 September 1359.
Mpu Prapanca dalam bukunya, Negara kertagama dengan jelas menyebut nama-nama desa (daerah): “Borang, Banger, Bermi”. Nama-nama desa-desa tersebut dituliskan pada Pupuh XXI/1 dan XXXIV/4.Jika mengacu pada pembukaan hutan Banger itu, kata Eko,
terlalu prematur kalau dijadikan hari jadi. “Lebih pas kalau hari jadi mengacu pada 1 Juli 1918 sebagai hari jadi Pemerintah Kota Probolinggo, karena pada tanggal 1 Juli 1918 Pemerintah kolonial Belanda membentuk Gemeeente (Kota) Probolinggo, di bawah Kabupaten Probolinggo,” ujarnya. Sementara Walikota Probolinggo pertama dijabat Ferdinand Edmond Meijer (periode 1929-1937).
“Kalau acuannya walikota pertama, ya Hari Jadi Kota Probolinggo semasa Meijer dilantik,” kata Eko. Desakan agar Hari Jadi Kota Probolinggo dikaji ulang juga disampaikan oleh cak Eko sebagai Pendiri Komunitas Bumi Banger
“Daripada terus menerus disorot dan di rasa aneh karena Kota Probolinggo jauh lebih tua daripada Kabupaten Probolinggo, sebaiknya ada kajian ulang,” ujarnya. Jadi harus Direvisi lagi tentang Hari Jadi KOTA PROBOLINGGO. (Eko Rahman)
