Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com – Video penampilan sejumlah waria yang berjoget dan beraksi saweran di lingkungan SDN Pakuniran 1, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, beredar luas di media sosial sejak Minggu, 21 Juni 2026. Hingga Selasa, 23 Juni 2026, pejabat Kabid SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo belum memberikan keterangan resmi, sementara Kepala Dinas Pendidikan menyatakan kejadian itu murni kegiatan warga yang singgah usai pawai.
Video tersebut pertama kali diunggah melalui akun TikTok @kostreva dan turut menyebar di sejumlah grup WhatsApp. Rekaman memperlihatkan beberapa orang berjoget tarian Bujel Kenong bersama waria dan perempuan di tengah kerumunan warga, dengan salah satu pengisi acara mengenakan pakaian minim, diiringi aksi saweran oleh peria dan sorak-sorai penonton. Video itu belakangan diketahui telah dihapus dari platform media sosial.
Lokasi kejadian yang berada di lingkungan sekolah dasar memicu keprihatinan publik dan mendorong sejumlah pihak meminta klarifikasi dari instansi terkait.
Camat Pakuniran, Zainuri, menyatakan telah memberikan perhatian atas kejadian tersebut. Melalui pesan singkat, ia menyampaikan, “Sudah saya atensi.”
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, mengonfirmasi pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut pada dini hari Senin, 22 Juni 2026.
Dalam keterangannya, Hary menjelaskan bahwa kegiatan itu berawal dari pawai di luar lingkungan sekolah yang kemudian berlanjut ke area SDN Pakuniran 1.
“Kegiatan tersebut murni dilaksanakan warga sekitar dan yang tampil adalah para waria. Secara tertulis, kronologis akan disampaikan kepada Dinas,” tulis Hary.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Sri Agus Indariyati, belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Saat wartawan mendatangi kantornya pada Selasa, 23 Juni 2026, yang bersangkutan dikabarkan sedang mengikuti rapat.
Di tengah penjelasan bahwa kegiatan bukan agenda resmi sekolah, sejumlah warga mempertanyakan kesiapan teknis acara tersebut. Dalam percakapan di grup WhatsApp, seorang warga bernama Irfan menyuarakan keheranannya.
“Aneh, bukan agenda resmi sekolah tetapi seperti dipersiapkan — alat-alatnya ada, seperti gitar dan lain-lain, bersama dengan pemainnya,” tulisnya. (Tim BHI)
