Terungkap! Korban Sebut Habil Kalibuntu sebagai Terduga Pelaku Pengeroyokan di Kraksaan

Bagikan

Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com — Dua pekan pascakejadian, penanganan dugaan kasus pengeroyokan terhadap seorang anak di wilayah Kraksaan masih belum menunjukkan kejelasan. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam (23/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB itu menyisakan luka fisik sekaligus trauma mendalam bagi korban, SA (16), warga Desa Alassumur Kulon.

Korban mengalami luka di bagian kepala atas, leher belakang, serta lutut kiri setelah diduga dikeroyok oleh sekitar 10 orang tak dikenal.

Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga korban saat ditemui pada Selasa (17/3/2026). Sang ibu, Siti Maryam, tak kuasa menahan tangis saat menyuarakan harapannya.

“Saya meminta keadilan,” ujarnya singkat.

Ayah korban, Muhammad Samud, juga mendesak agar pelaku segera ditangkap untuk memberikan efek jera.

“Biar ada efek jera sama pelaku (segera ditangkap pelaku pengeroyokan, red),” tegasnya.

Dengan nada emosional, Samud memperlihatkan sejumlah foto kondisi anaknya saat dirawat di rumah sakit. Tampak luka memar di bagian dahi, leher belakang, dan lutut yang hingga kini masih menyisakan bekas luka mengering.

“Ini waktu dalam keadaan tidak sadar di rumah sakit (RSUD Waluyo Jati, red). Dia tidak sadar, saya tunggu dua jam di rumah sakit. Ini saya sendiri yang mengantar sama teman-temannya. Di ubun-ubunnya juga luka,” ungkapnya.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera memberikan kepastian hukum atas kasus tersebut.

“Harapannya biar anak saya mendapat keadilan, biar ada efek jera buat pelaku yang mengeroyok anak saya,” imbuhnya.

Menurut keterangan keluarga, informasi yang beredar menyebut diantara satu pelaku berasal dari Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

“Infonya orang Kalibuntu. Info dari Polres belum ada, sampai dua minggu belum ada, sampai sekarang belum ada info,” tandasnya.

Berdasarkan keterangan pelapor, Siti Maryam, ia pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah menerima telepon dari anak pertamanya, Anshori, yang memintanya segera menuju kantor polisi.

Saat tiba di Polres Probolinggo, ia mendapati anaknya sudah dalam kondisi terluka, terutama di bagian kepala yang diduga akibat pukulan.

Peristiwa bermula ketika korban bersama kerabatnya, Devi dan Rizal, berada di kawasan Alun-alun Kraksaan untuk menonton kegiatan balap lari di depan SMPN 2 Kraksaan. Suasana yang awalnya ramai mendadak berubah mencekam.

Menurut keterangan saksi, setelah kegiatan selesai, korban tiba-tiba ditarik dari belakang oleh orang tak dikenal, kemudian dipukul dan dikeroyok oleh sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang.

Rizal sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun para pelaku langsung melarikan diri usai melakukan aksinya, meninggalkan korban dalam kondisi terluka.

Dalam wawancara, SA mengungkap bahwa insiden bermula dari ajakan “perang sarung” yang ditujukan kepada temannya. Ia sempat melarang, namun situasi berubah kacau setelah terdengar ledakan petasan yang memicu kepanikan.

“Terus saya dikeroyok. Saya lari ke barat. Untungnya ada Lek Rizal yang menghalangi,” ujarnya.

Korban juga menyebut salah satu nama yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

“Habil, orang Kalibuntu. Mengeroyok, pemukulan juga,” ungkapnya.

Habil disebut masih berstatus pelajar kelas 10 jurusan TKR di salah satu SMKN di wilayah Kraksaan.

Upaya konfirmasi dilakukan kepada pihak Polres Probolinggo melalui panggilan WhatsApp dengan anggota kepolisian, Prima. Ia menyampaikan bahwa proses masih berada pada tahap administrasi penyelidikan.

“Mohon waktu, besok kami cek kembali di kantor, Pak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa laporan telah diterima sejak pekan lalu dan saat ini masih dalam proses pengajuan administrasi penyelidikan.

“Saya sendiri yang menangani, Pak. Laporan sudah saya terima minggu kemarin, dan saat ini masih saya ajukan administrasi penyelidikannya,” jelasnya.

Prima juga memastikan bahwa Laporan Polisi (LP) telah dibuat dan rencana penyelidikan telah diajukan, tinggal menunggu proses administrasi internal.

Pihak kepolisian berencana memanggil korban dan saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut dalam waktu dekat. (Prabu Junggolo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *