Bibibi Sebuah Tradisi Berbagi di Akhir Bulan Ramadan Khas Probolinggo

Bagikan

Kota Probolinggo//berita haria Indonesia com, – Pada malam ke-27 bulan Ramadan, nuansa kebersamaan begitu terasa di berbagai sudut Kota Probolinggo.

Warga dari beragam usia tampak berkumpul, menghidupkan sebuah tradisi lama yang masih terjaga hingga kini, yakni Bibibi. Kegiatan ini terlihat berlangsung meriah, salah satunya di kawasan Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, tepatnya di lingkungan RT 05 RW 01, pada Senin (16/3/2026) sore.

Di sebuah halaman rumah warga, ratusan orang berkumpul dengan penuh antusias. Suasana semakin hidup ketika Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, hadir bersama Ketua TP PKK, dr. Evariani. Turut hadir pula jajaran pejabat daerah seperti Pj. Sekda Rey Suwigtyo, kepala perangkat daerah, camat, hingga lurah setempat.

Ditempat lain pada waktu yang sama, tepatnya lingkungan RT 06, RW 01 Kel. Kedopok juga berlangsung acara Bibibi, yang terlebih dahulu disiarkan melalui Loudspeaker Musholla tentang  jadwal dimulainya acara tersebut.

Disampaikan oleh seorang ibu  yang merupakan  warga setempat yang akrab disapa Mak Win, bahwa pembagian makanan, minuman maupun uang  dimulai dari rumah dideretan Gang Buntu dari ujung hingga ujung.
Baru beralih ke gang Musholla dengan pengaturan yang sama.

“Pembagian Bibibi dimulai dari Gang Buntu diteruskan ke Gang  Musholla, biar anak-anak dan ibu-ibu tidak Bingung lagi seperti tahun lalu,” ujarnya penuh semangat.

Uniknya rombongan yang terlibat acara Bibibi disamping anak-anak juga terlihat ibu-ibu, mereka kompak membawa tas dan berebut makanan, minuman maupun uang, hingga tas mereka penuh bahkan banyak yang tidak muat.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah, tradisi Bibibi telah diakui sebagai “Warisan Budaya Tak benda” oleh Kementerian Kebudayaan. Tradisi ini diyakini sudah ada sejak masa kolonial sekitar tahun 1746 dan tetap lestari hingga sekarang.

Istilah “Bibibi” sendiri berasal dari kebiasaan para ibu yang membagikan sesuatu, di mana dalam bahasa Madura, kata “ibu” sering disebut “bibi” atau “bebek”.

“Sampai dengan saat ini secara terus menerus masyarakat melestarikan Bibibi, tidak terputus sampai sekarang. Dan kenapa sebutannya Bibibi ini lantaran yang memberi itu ibu-ibu, dan dalam Bahasa Madura, Ibu itu sering disebut ( dibaca Bebek atau Bibi dalam Bahasa Indonesia) akhirnya tradisi ini dinamakan Bibibi,” jelas Siti Romlah.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas upaya masyarakat yang terus menjaga tradisi ini. Ia menilai Bibibi bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi juga simbol kebersamaan dan semangat berbagi di bulan suci. Tradisi ini dinilai mampu mempererat hubungan antar warga sekaligus memperkuat nilai sosial dan budaya.

“Tradisi Bibibi menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam menyambut dan memaknai bulan suci Ramadan. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menjaga kekompakan antarwarga,” ujar Walikota.

Pemerintah Kota Probolinggo, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama yang mampu menjaga warisan budaya lokal. Ia juga berharap generasi muda dapat terus mengenal dan mencintai tradisi daerah di tengah arus modernisasi.

Lebih dari sekadar tradisi, Bibibi menjadi momen berkumpul yang dinanti-nantikan warga setiap Ramadan. Nilai gotong royong dan kebersamaan yang tercermin di dalamnya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Kebahagiaan juga terlihat dari wajah anak-anak yang ikut serta. Salah satunya Nauval, bocah berusia tiga tahun yang tampak sumringah setelah mendapatkan bingkisan.

Ibunya, Siti, menceritakan bahwa anaknya sudah tidak sabar sejak siang hari untuk ikut serta. Meski sempat menolak tidur siang, keinginannya akhirnya terwujud. Ia pun mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kebahagiaan yang dirasakan anaknya serta mendoakan untuk kebaikan  kota yang ia cintai.

“Ini tadi gak mau tidur siang, pengen ikutan Bibibi sama pak Wali Kota katanya. Saya suruh tidur duluan ndak mau, ikut keliling sama teman-temannya ke warga-warga sekitar tadi dari jam satu siang. Alhamdulillah keturutan sudah dapat satu tas itu jajanannya sama uang. Terima kasih Bapak Wali Kota semoga panjang umur bersama keluarga, maju dan sejahtera selalu untuk Kota Probolinggo,” ungkap  ibunda Nauval itu.(poer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *