Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com — Mahasiswa turun langsung ke persimpangan jalan. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Al-Irsyad Universitas Zainul Hasan (Unzah) Genggong tampil sebagai suara kemanusiaan di tengah hiruk-pikuk lalu lintas kota, saat bencana alam menghantam Gunung Semeru serta banjir melanda Aceh dan Sumatera.
Aksi tersebut dikemas dalam kegiatan Gerakan Peduli Bencana yang digelar di Perempatan Gelora Merdeka, Minggu (1/12/2025). Sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.30 WIB, kader PMII Rayon Al-Irsyad turun ke jalan mengajak masyarakat berpartisipasi membantu para korban bencana. Respons publik terlihat positif, ditandai dengan antusiasme warga dan pengguna jalan yang menyisihkan sebagian rezekinya.
Di balik aksi penggalangan dana, mahasiswa tidak sekadar mengulurkan tangan, tetapi juga menyampaikan pesan reflektif terkait kondisi lingkungan. PMII Rayon Al-Irsyad menilai bencana yang terjadi berulang kali tidak dapat dilepaskan dari krisis ekologis akibat aktivitas manusia, mulai dari pertambangan yang tidak terkendali hingga alih fungsi hutan secara masif.
Hilangnya tutupan hutan dinilai telah mereduksi fungsi alam sebagai daerah resapan air. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air tidak lagi terserap ke dalam tanah, melainkan mengalir deras ke permukiman warga dan memicu banjir serta longsor. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa eksploitasi alam tanpa prinsip keberlanjutan berpotensi berujung pada penderitaan sosial.
Ketua PMII Rayon Al-Irsyad, Moh. Asrori, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap persoalan kemanusiaan sekaligus lingkungan hidup.
“Mahasiswa tidak boleh hanya hadir di ruang diskusi. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, membantu korban bencana, sekaligus mengingatkan bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama agar bencana serupa tidak terus berulang,” ujarnya.
Dari kegiatan Gerakan Peduli Bencana tersebut, PMII Rayon Al-Irsyad Unzah Genggong berhasil menghimpun dana sebesar Rp823.500. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga penyalur resmi kepada masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru serta banjir di Aceh dan Sumatera.
Melalui aksi ini, PMII Rayon Al-Irsyad Unzah Genggong menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam isu-isu kemanusiaan dan lingkungan. Bagi mereka, turun ke jalan bukan sekadar aksi simbolik, melainkan ikhtiar nyata dalam menjaga nilai solidaritas dan keberlanjutan kehidupan bersama. (Tim)
