Bambu Gantikan Tiang Listrik di Satreyan Wetan, Warga Minta PLN Kraksaan Segera Bertindak

Bagikan

PROBOLINGGO, Sabtu (18/10/2025), BeritaHarianIndonesia.com — Di tengah hamparan sawah Desa Satreyan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, berdiri deretan tiang bambu yang menahan beban kabel listrik. Dari kejauhan, pemandangan itu tampak seperti instalasi darurat seadanya ringkih, namun menjadi penopang utama aliran listrik bagi warga setempat.

Fenomena itu terlihat jelas di Blok Sawoan, kawasan yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari permukiman warga. Kabel listrik menjulur sepanjang ratusan meter melintasi area pertanian tanpa tiang beton permanen. Sebagai gantinya, batang-batang bambu dan pohon digunakan sebagai penyangga arus listrik.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, bukan semata karena tampak tidak layak, melainkan berisiko tinggi menimbulkan korsleting hingga kebakaran.

“Ini di Desa Satreyan, Blok Sawoan arah ke timur, di tengah sawah. Kabel ini ratusan meter, hampir ribuan. Tidak ada pemantauan dari PLN Kabupaten, cabangnya Pasuruan. Cagaknya pakai pohon bambu, bukan tiang asli,” ujar Misnaji, salah satu pendamping warga, kepada BeritaHarianIndonesia.com.

Ia menjelaskan, jalur listrik tersebut sudah lama digunakan warga tanpa kontrol teknis dari PLN. Akibatnya, warga terpaksa memanfaatkan batang bambu untuk menopang kabel agar tidak menyentuh tanah atau sawah yang tergenang air.

“Ini berbahaya, apalagi saat musim hujan. Kalau roboh atau tersentuh air, bisa menyetrum orang. Rakyat Kabupaten Probolinggo punya hak untuk mendapatkan penerangan yang baik dan aman,” lanjutnya.

Warga berharap pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kraksaan turun langsung untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki jaringan listrik di wilayah tersebut. Selain menyangkut keselamatan, persoalan ini juga menyinggung hak dasar masyarakat atas infrastruktur energi yang layak.

“Kami minta perhatian dari Pemerintah Kabupaten, PLN, dan juga aparat penegak hukum. Lampu terang itu hak rakyat, bukan kemewahan,” tegas Misnaji.

Hingga berita ini tayang, tim BeritaHarianIndonesia.com telah mengirimkan permintaan klarifikasi resmi melalui pesan WhatsApp kepada Hans Tua Sinaga, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kraksaan, namun belum mendapatkan tanggapan.(Bambang Sudarmaji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *