Inovasi Olahan Pangan Berbasis Komoditas Lokal
Probolinggo, Minggu 9 Februari 2025 – Industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berkembang seiring dengan meningkatnya inovasi di sektor pangan. Salah satu UMKM yang menarik perhatian di Kabupaten Probolinggo adalah UMMI TUMILAH, di Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegalsiwalan.
UMKM ini dikenal dengan berbagai produk olahan pangan berbasis komoditas lokal yang unik dan bernilai tambah.
UMKM UMMI TUMILAH memanfaatkan hasil pertanian setempat untuk menghasilkan aneka produk, mulai dari bawang goreng, sambal bawang, pasta bawang, minyak bawang, hingga acar bawang. Selain itu, mereka juga memproduksi berbagai jenis kerupuk, termasuk kerupuk berbahan dasar bawang, sayur kelor, sayur sawi, serta kerupuk telur asin.
Keunikan UMKM ini terlihat dari inovasi dalam menciptakan camilan berbasis biji buah, seperti TOTTOT dari biji nangka, TOTTOT dari biji durian, dan TOTTOT dari biji rambutan. Produk lainnya meliputi keripik nangka, mangga, pisang, singkong, talas, serta kripik tape singkong yang menjadi salah satu produk unggulan.
Selain camilan, UMKM ini juga mengembangkan minuman berbasis rempah, seperti kopi Zanzabil, sirup Pokak, serta minuman instan jahe sereh dan kunci sirih, yang diklaim memiliki manfaat kesehatan.
Menurut nya, inovasi menjadi kunci utama dalam mengembangkan produk. “Kami terus belajar dan mencoba berbagai olahan baru dari bahan-bahan yang ada di sekitar kami. Tujuannya adalah memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian lokal dan menciptakan produk yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas,” ujar TUMILAH selaku pengelola UMKM UMMI TUMILAH.
Dengan semakin berkembangnya sektor UMKM dan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk pangan berbasis bahan alami, UMMI TUMILAH berharap dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di industri pangan lokal maupun nasional.
Nawawi
Inovasi Olahan Pangan Berbasis Komoditas Lokal
