Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com — “Kraksaan akhirnya naik kelas.” Kalimat itu disampaikan Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Haji Rofiq Ali Pribadi, menyambut pembangunan hotel bintang empat pertama di ibu kota Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, kehadiran Azana Hospitality bukan sekadar proyek properti, melainkan penanda bahwa Kraksaan mulai dilirik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tapal kuda.
“Hari ini kita bisa bangga, karena akhirnya Kabupaten Probolinggo memiliki hotel bintang empat yang layak menjadi wajah daerah,” ujar Haji Rofiq.
“Kalau hotel berbintang mulai masuk, berarti investor sudah percaya masa depan Kraksaan.” Pernyataan itu kembali ditegaskan Haji Rofiq Ali Pribadi yang menilai pembangunan Azana Hotel akan memicu efek domino bagi sektor usaha lain, mulai restoran, UMKM, hingga pariwisata lokal.
Jaringan Azana Hospitality yang kini mengoperasikan sekitar 90 hotel di seluruh Indonesia menancapkan ekspansinya ke Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jumat (8/5/2026). Hotel bintang empat tujuh lantai dengan luas bangunan 9.878 meter persegi ini menjadi proyek ke-93 Azana — dan satu dari 15 hotel yang ditargetkan grup tersebut untuk dibuka sepanjang 2026.
Pemilihan Kraksaan sebagai lokasi ekspansi bukan keputusan sembarangan. Vice Director Operation Azana Hospitality, Ardi Malaik, menyebut kawasan ibu kota Kabupaten Probolinggo ini menyimpan potensi bisnis dan wisata yang selama ini belum tergarap secara optimal.
“Potensi untuk bisnis juga kita lihat pergerakan bisnisnya lumayan, dan potensi wisatanya juga luar biasa. Apalagi letaknya yang sangat strategis, dekat sekali dengan pintu tol,” ujar Ardi.
Bagi Azana, faktor aksesibilitas menjadi salah satu penentu utama. Kedekatan lokasi hotel dengan akses jalan tol dinilai sebagai nilai jual yang signifikan, baik untuk segmen tamu bisnis maupun wisatawan yang hendak menuju Gunung Bromo dan Pantai Bentar.
“Untuk sebuah kabupaten bisa maju, memang salah satu sarananya adalah punya hotel yang memadai. Salah satunya dengan hadirnya Azana ini akan memberikan dukungan untuk Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Bina Indro Grup (BIG), perusahaan yang dipimpin Ekao Saputra Wijaya selaku Direktur sekaligus putra daerah Probolinggo. Hotel akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 5.500 meter persegi di sisi selatan Jalan Raya Panglima Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan.
Dengan total luas bangunan 9.878 meter persegi yang tersebar di tujuh lantai, hotel ini dirancang dengan konsep arsitektur modern kontemporer. Klasifikasi bintang empat menjadikannya yang pertama dan satu-satunya di ibu kota Kabupaten Probolinggo.
“Perencanaan hotel ini 12 bulan, setahun,” jelas Ekao. Artinya, jika pembangunan berjalan sesuai jadwal, Azana Hotel Kraksaan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2027.
Ekao mengungkapkan bahwa keputusan membangun hotel bintang empat di Kraksaan lahir dari satu fakta sederhana namun krusial: Probolinggo belum punya hotel kelas ini, padahal destinasi wisatanya sudah dikenal secara nasional bahkan internasional.
“Probolinggo punya potensi yang sangat luar biasa dari sisi budaya dan pariwisata. Ada Pantai Bentar, ada Gunung Bromo. Tapi hotel yang proper, hotel bintang empat, itu tidak ada. Makanya kita buat,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen pihaknya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kita berharap bisa menyerap banyak tenaga kerja dan bisa memajukan Kota Kraksaan, Probolinggo. Lebih hidup!” ujarnya.
Azana Hotel Kraksaan akan mengusung konsep halalan toyyiban — sebuah pendekatan yang selaras dengan karakter Kabupaten Probolinggo sebagai kawasan dengan basis pesantren yang kuat.
Ardi Malaik menegaskan bahwa konsep syariah tidak identik dengan penurunan pendapatan. Azana telah membuktikannya di sejumlah properti serupa.
“Kita sudah punya beberapa hotel syariah. Belajar dari pengalaman, semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada masalah,” katanya.
Hal ini juga disambut positif oleh Gus Haris yang secara khusus menyoroti relevansi konsep tersebut dengan identitas daerah.
“Pengembangnya putra daerah, jadi bisa support tentang halal tourism. Di sini memang basisnya pesantren, banyak sekali,” ujarnya.
Untuk ketenagakerjaan, Azana membuka rekrutmen secara terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk tenaga profesional dari kawasan industri sekitar.
“Kita akan seleksi tentunya dengan seluruh masyarakat, siapa pun. Kita berikan kesempatan yang fair tanpa diskriminasi. Siapa pun boleh melamar untuk menjadi karyawan di Azana Hospitality,” tegas Ardi.
Seleksi akan dilakukan secara profesional mengacu pada standar operasional Azana Hospitality yang berlaku di seluruh jaringan propertinya.
Bupati Probolinggo, Gus Haris, memandang groundbreaking ini sebagai titik awal dari gelombang investasi yang lebih besar di Kraksaan. Ia berharap keberanian PT BIG menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk ikut masuk.
“Saya berharap setelah ini restoran dan semuanya bisa tumbuh. Orang-orang mulai berani menginvestasikan sesuatu di Kraksaan, di ibu kota kita. Semoga ini awal yang baik. Sukses,” pungkasnya. (Tim BHI)
