Konsolidasi MADAS Sedarah Kraksaan Menguat Setelah Rudi Eko Cahyono Resmi Terpilih sebagai Ketua DPAC

Bagikan

PROBOLINGGO, BeritaHarianIndonesia.com – Nama Rudi Eko Cahyono resmi dipercaya memimpin DPAC MADAS Kraksaan setelah forum pleno organisasi yang digelar di kawasan Pujasera Gelora Kraksaan mencapai kesepakatan musyawarah mufakat. Momentum itu sekaligus menjadi titik awal konsolidasi struktural organisasi berbasis sosial-kultural di wilayah timur Probolinggo.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan suasana rapat pleno berlangsung hangat namun penuh dinamika konsolidasi internal. Sejumlah peserta tampak aktif berdiskusi terkait arah organisasi, penguatan kaderisasi, hingga strategi membangun kepercayaan publik terhadap organisasi masyarakat berbasis komunitas tersebut.

Rapat pleno pembentukan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Anak Cabang Madura Asli Sedarah (DPAC MADAS) Kraksaan itu digelar pada Jumat malam (12/6/2026) dan dihadiri sejumlah jajaran pengurus tingkat cabang maupun tokoh organisasi di wilayah Probolinggo Raya.

Turut hadir dalam agenda tersebut Fledi selaku Ketua dan Suher selaku Penasehat DPC Probolinggo Raya MADAS Sedarah. Kehadiran keduanya dinilai menjadi bagian penting dalam proses legitimasi organisasi sekaligus penguatan koordinasi struktural di tingkat wilayah.

Dalam forum pleno tersebut, peserta rapat secara mufakat menetapkan susunan inti kepengurusan DPAC MADAS Kraksaan. Habib Mustofa dipercaya menempati posisi Penasehat organisasi, sementara Rudi Eko Cahyono resmi ditetapkan sebagai Ketua didampingi Dedi Kurniawan sebagai Wakil Ketua.

Untuk posisi Sekretaris dipercayakan kepada Nanang, sedangkan jabatan Bendahara diemban Holip. Adapun posisi Humas yang nantinya bertugas memperkuat komunikasi publik organisasi dipercayakan kepada Yudi.

Pembentukan struktur kepengurusan baru tersebut diproyeksikan menjadi langkah strategis dalam memperkuat basis organisasi di wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya dalam membangun jaringan advokasi sosial, penguatan solidaritas budaya Madura, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Sejumlah peserta pleno juga menyoroti pentingnya keberadaan organisasi yang mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan, terutama dalam merespons persoalan sosial yang berkembang di tingkat lokal.

Usai resmi ditetapkan sebagai Ketua DPAC MADAS Kraksaan, Rudi Eko Cahyono menegaskan bahwa pembentukan struktur organisasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari langkah serius membangun organisasi yang memiliki arah gerakan jelas dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen menjaga marwah organisasi dan memastikan MADAS hadir sebagai solusi konkret di tengah problem sosial masyarakat, bukan justru menjadi beban sosial,” ujarnya.

Menurut Rudi, penguatan struktur internal menjadi fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang solid, terukur, serta mampu merespons dinamika sosial-ekonomi masyarakat di wilayah Kraksaan dan sekitarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus ke depan harus mampu menjaga citra organisasi melalui pola gerakan yang humanis, terukur, dan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Sementara itu, Habib Mustofa selaku Penasehat organisasi memberikan penekanan khusus terkait pentingnya supremasi hukum, etika organisasi, dan nilai persaudaraan dalam setiap aktivitas organisasi di lapangan.

“Saya berpesan agar seluruh jajaran pengurus yang terpilih malam ini senantiasa mengedepankan etika, supremasi hukum, dan nilai persaudaraan dalam setiap tindakan di lapangan. MADAS harus mampu menjadi teladan ormas yang humanis, cerdas secara intelektual, dan selalu bersinergi positif dengan aparat penegak hukum serta pemerintah daerah,” tegasnya.

Tak hanya itu, Habib Mustofa juga memperkenalkan konsep “S3” yang menurutnya harus menjadi ruh gerakan organisasi.

“S3 itu sambung silaturahmi, sambung rasa, dan sambung doa. Kegiatan rutin harus dibuka dengan doa dan pembacaan Yasin. Kita mendoakan para leluhur dan seluruh anggota kerabat agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan diqabulkan segala hajat baiknya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas arah gerakan DPAC MADAS Kraksaan yang ingin membangun citra organisasi modern berbasis sosial-kultural, bukan organisasi yang identik dengan konflik horizontal maupun kepentingan pragmatis semata.

Guna memastikan legitimasi organisasi di tingkat eksekutif, manajemen internal DPAC MADAS Kraksaan dipastikan akan bergerak cepat memenuhi seluruh persyaratan administratif negara.

Rudi menjelaskan bahwa dalam waktu dekat berita acara hasil pleno beserta susunan kepengurusan yang telah disepakati secara mufakat akan segera dilaporkan ke tingkat DPC dan DPP guna memperoleh legalitas formal organisasi. Setelah itu, dokumen Surat Keterangan Terdaftar (SKT) juga akan diajukan ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo.

Langkah administratif tersebut dinilai vital guna memperkuat legitimasi kelembagaan sekaligus memastikan seluruh aktivitas organisasi berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami ingin memastikan bahwa pasca-pertemuan malam ini seluruh lini struktural memahami fungsi dan tugasnya masing-masing, sehingga keberadaan MADAS di Kraksaan benar-benar memberikan dampak sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Rudi.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, DPAC MADAS Kraksaan diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan sosial berbasis komunitas yang aktif mengawal isu-isu kemasyarakatan sekaligus memperkuat solidaritas budaya Madura di wilayah Kabupaten Probolinggo. (Tim BHI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *