Direktur Utama BHI: Tahun 2026 Ujian Integritas Media, Kepercayaan Publik Taruhannya

Bagikan

Probolinggo, Kamis (1/1/2026), BeritaHarianIndonesia.com — Tahun baru 2026 bukan sekadar penanda pergantian kalender bagi dunia pers nasional. Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya konten tanpa verifikasi, kepercayaan publik terhadap media kembali diuji.

Direktur Utama Berita Harian Indonesia (BHI), Hodik, menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi fase krusial bagi industri media untuk membuktikan komitmennya pada jurnalisme yang berintegritas, akurat, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Media tidak boleh hanya berlomba menjadi yang tercepat. Yang jauh lebih penting adalah menjadi yang paling dapat dipercaya,” kata Hodik dalam pernyataannya, Kamis siang.

Menurut Hodik, tantangan utama media saat ini bukan sekadar disrupsi teknologi, melainkan krisis kepercayaan akibat membanjirnya informasi yang tidak terverifikasi, bias kepentingan, dan minim konteks. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut media arus utama untuk kembali meneguhkan fungsi dasarnya sebagai penjaga nalar publik.

BHI, lanjut Hodik, memilih untuk tetap konsisten menjalankan prinsip jurnalistik yang berlandaskan verifikasi data, keberimbangan narasumber, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik. Ia menegaskan, independensi redaksi merupakan fondasi yang tidak bisa ditawar, meski tekanan ekonomi dan politik terus mengiringi kerja pers.

“Di era banjir informasi, media yang bertahan bukan yang paling keras bersuara, tetapi yang paling jujur dan konsisten menjaga nurani publik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan media tidak boleh terjebak pada sensasi jangka pendek, melainkan harus menghadirkan liputan yang memberi dampak, edukasi, dan perspektif yang utuh bagi masyarakat.

“Tahun 2026 adalah ujian integritas bagi pers. Apakah kita berdiri bersama kepentingan rakyat, atau justru larut dalam kepentingan sesaat,” kata Hodik.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BHI akan terus memperkuat kapasitas jurnalis, memperketat proses editorial, serta mengedepankan transparansi dalam setiap produk pemberitaan.

“Berita Harian Indonesia memilih jalan sunyi: bekerja dalam senyap, tetapi berdampak nyata bagi demokrasi dan kesadaran publik,” pungkasnya.(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *