Probolinggo – Berita Harian Indonesia
Suasana Desa Pandean, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Minggu (10/82025) tampak meriah. Sebuah destinasi kuliner baru, Dapur Marni, resmi dibuka untuk umum. Usaha ini memadukan cita rasa makanan khas Jawa, fasilitas kolam pancing, dan penerapan konsep tempo dulu yang ramah lingkungan tidak menggunakan kemasan plastik demi mengurangi sampah plastik.
Menariknya, Dapur Marni bukan sekadar usaha kuliner biasa, melainkan bagian dari program pemerintah desa yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pandean. Di bawah kepemimpinan Ketua BUMDes Gus Moh. Dhafiruddin, BUMDes Pandean mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari penangkaran ikan air tawar, pengolahan ikan, kolam pancing, hingga pasar bernuansa tempo dulu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Acara peresmian Dapur Marni berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri oleh Camat Paiton, Kapolsek Paiton, Kepala Desa Pandean beserta perangkatnya, anggota BUMDes, serta tokoh masyarakat setempat.
Pengelola Dapur Marni menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar usaha ini menjadi lebih dari sekadar tempat makan.
“Kami ingin menghadirkan suasana makan yang nyaman, dengan menu tradisional yang autentik. Konsep lawas tanpa plastik ini kami terapkan agar makan di sini bukan hanya enak, tapi juga ikut menjaga lingkungan,” ujarnya.
Fathol Wari, Kepala Desa Pandean menegaskan bahwa Dapur Marni adalah bukti nyata keseriusan pemerintah desa dalam memanfaatkan potensi lokal.
“Kami sangat mengapresiasi langkah kreatif ini. Dapur Marni bukan hanya menghadirkan kuliner lezat dan hiburan kolam pancing, tetapi juga menjadi bagian dari program BUMDes yang membawa manfaat bagi warga. Semoga ke depan dapat menjadi ikon kuliner desa,” ungkapnya.
Camat Paiton, Imron Safi’i juga menambahkan bahwa inovasi seperti ini patut dicontoh oleh desa lain, karena menggabungkan potensi ekonomi, wisata, dan kesadaran lingkungan.
Salah satu warga, Fathul Qorib, mengaku puas dengan suasana dan cita rasa yang ditawarkan.
“Makanannya enak, rasanya benar-benar khas masakan Jawa. Tempatnya juga asri, apalagi tidak pakai plastik, rasanya seperti makan di masa lalu,” tuturnya sambil tersenyum.
Dengan berbagai menu andalan seperti nasi tiwul, ayam kampung goreng, sambal terasi, hingga minuman tradisional, Dapur Marni menargetkan pengunjung dari berbagai kalangan, baik warga lokal maupun wisatawan yang melintas di jalur Paiton.
Peresmian ini diakhiri dengan doa bersama dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Rachman
