Surabaya, 20 Maret 2025 – Milenial Peduli Jawa Timur (MPJT) akan menggelar aksi serentak pada Selasa, 25 Maret 2025, di seluruh kantor cabang Bank Jatim di Jawa Timur. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik kredit fiktif yang terjadi di seluruh kantor cabang Bank Jatim.
Rahman Ulum, selaku Pimpinan Utama Milenial Peduli Jawa Timur, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya praktik kredit fiktif yang dilakukan oleh Bank Jatim, yang berpotensi merugikan keuangan negara dan masyarakat.
“Kami mendesak pihak berwenang, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap Bank Jatim guna mengungkap dugaan penyimpangan ini. Jika dugaan ini benar, maka harus ada langkah hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ujar Rahman Ulum.
Aksi ini akan berlangsung secara serentak di seluruh kantor cabang Bank Jatim di Jawa Timur, dengan aksi utama terpusat di Kantor Bank Jatim Kota Surabaya. MPJT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap transparansi dan akuntabilitas di sektor perbankan.
MPJT juga meminta kepada manajemen Bank Jatim untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik mengenai dugaan ini. Jika tidak ada respons yang memadai, MPJT akan terus melakukan aksi lanjutan hingga ada kejelasan dan tindakan nyata dari pihak terkait.
Kami juga telah merilis hasil kajian strategis kami pada internal Milenial Peduli Jawa Timur adapun sebagai berikut :
Milenial Peduli Jawa Timur mengecam keras dugaan skandal kredit fiktif yang melibatkan
Bank Jatim. Praktik ini bukan sekadar penyimpangan administratif, melainkan bentuk
kejahatan keuangan yang mencederai kepercayaan publik dan berpotensi merugikan
perekonomian daerah secara masif. Kami menuntut tindakan tegas dan transparan guna
memastikan keadilan dan akuntabilitas dalam kasus ini.
Dugaan skandal ini menjadi indikasi nyata adanya kegagalan sistemik dalam tata kelola Bank Jatim. Jika dibiarkan, hal ini tidak hanya akan merugikan keuangan daerah, tetapi juga
mengancam stabilitas sektor perbankan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga
keuangan daerah.
Menyikapi situasi ini, Milenial Peduli Jawa Timur menuntut:
- Audit Forensik Menyeluruh terhadap Seluruh Cabang Bank Jatim Kami mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan audit forensik menyeluruh terhadap seluruh cabang Bank Jatim. Audit ini harus dilakukan secara transparan dan dipublikasikan kepada masyarakat guna memastikan tidak ada lagi praktik ilegal yang merugikan keuangan daerah.
- Pencopotan Seluruh Direksi dan Kepala Cabang Bank Jatim Gubernur Jawa Timur sebagai pemegang saham mayoritas wajib segera mencopot seluruh jajaran Direksi Bank Jatim serta Kepala Cabang di seluruh Jawa Timur dengan dugaan gagal menjalankan pengawasan. Tidak boleh ada kompromi terhadap para pelaku yang merusak integritas sistem perbankan daerah.
- Proses Hukum terhadap Pihak yang Terlibat Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan menyeret semua pihak yang terlibat dalam skandal ini ke meja hijau. Tidak boleh ada impunitas bagi oknum yang telah menyalahgunakan kepercayaan publik dan merugikan keuangan daerah.
Kami menegaskan bahwa dugaan skandal ini tidak boleh ditutup-tutupi atau diselesaikan
secara kompromistis. Langkah-langkah tegas harus segera diambil untuk mengembalikan
kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan daerah serta memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Milenial Peduli Jawa Timur akan terus mengawal perkembangan dugaan kasus kredit fiktif ini
dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses hukum agar
tidak ada upaya penyelundupan hukum yang semakin merugikan keuangan daerah dan
masyarakat Jawa Timur.
Milenial Peduli Jawa Timur berkomitmen untuk menegakkan keadilan dan integritas dalam tata kelola keuangan daerah guna menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
