Aktivitas Tambang di Sungai Pancar Glagas di desa Glagah kecamatan pakuniran kabupaten Probolinggo Dikeluhkan warga
PROBOLINGGO BERITA HARIAN INDONESIA. COM.– Keberadaan aktivitas tambang pasir dan batu di Sungai Pancar Glagas, di desa Glagah dan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jatim, dikeluhkan warga setempat. Warga mengeluhkan hal itu karena saat ini memasuki musim hujan, dan di sungai tersebut kerap kali terjadi banjir bandang.
Adapun Informasi yang kami diterima BHI, Berita Harian Indonesia, juma,at (21/2/2022) dari warga menyebutkan, bahwa aktivitas tambang itu dinilai merusak lingkungan sekitar. Baik area pesawahan, jalan yang dilalui truk pengangkut pasir, tanah dan batu yang melintas di pemukiman warga.
“Ada tiga titik atau tiga lokasi di Sungai Pancar Glagas yang dibuat tambang pasir, tanah dan batu dengan memakai alat berat atau ekskavator. Aktivitas itu selain mencemari lingkungan, lahan milik warga, juga mencemari adanya air di sungai itu, yang biasanya jernih jadi keruh,” pungkas warga yang tidak mau di sebut nama
Ia menyebut, di saat musim hujan saat ini, yang jelas di sekitar sungai yang dilewati dump truk yang melebihi tonase pengangkut material sirtu dari aktivitas penambang itu merusak jalanan di sekitar pemukiman warga. Rusak dan becek. Ia berharap pihak pemerintah setempat (Muspika, Pim) bersikap tegas.
“Hingga saat ini dari Muspika masih belum ada respons. Kalau dari pihak penambang beralasan, untuk mengentas pengangguran atau mempekerjakan warga sekitar. Namun, di sisi lain, harus memikirkan dampak buruk juga, yaitu kerusakan lingkungan, terutama lahan milik warga dan perairan di sekitar sungai,” ucap warga setempat
“Tiga titik di aliran sungai itu ada di sebelah selatan jembatan sungai, dan di sebelah utara sungai sampai ke Desa Glagah, aktivitas itu semua memakai alat berat ekskavator, dan kadang manual. Apalagi di sebelah barat lapangan Pakuniran dan sebelah jembatan Glagah, itu,” sambung dia.
Namun kami sebagai masyarakat kabupaten Probolinggo tidak akan tinggal diam apabila dari pihak penambang tidak merespon dalam pemberitaan ini. Dan kami akan bersurat ke semua instansi terkait dan semua APH
(Tim)
