BPOM Jember Gelar sosialisasi Monitoring dan evaluasi Progam Keterpaduan Keamanan Pangan

Bagikan

BPOM Jember Gelar sosialisasi Monitoring dan evaluasi Progam Keterpaduan Keamanan Pangan

LUMAJANG,beritaharianindonesia

– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Progam Keterpaduan Keamanan 2024 di Kabupaten Lumajang.


Kegiatan ini di adakan dengan tujuan dan harapan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program dalam menjaga kualitas serta keamanan pangan yang beredar di masyarakat akan pentingnya monitoring ini di adakan.


Kegiatan yang berlangsung di cafe Alka pada hari ini kamis ( 21/11/2024) acara di hadiri oleh beberapa undangan Al:

1.pj.bupati indah wahyuni
2.badan perencanaan
Pembangunan Daerah 3.Dinas Kesehatan dan
kebudayaan
4.Dinas pendidikan dan
kebudayaan
5.Dinas Koprasi usaha kecil
menengah perindustrian
dan perdagangan
6.Dinas Pemberdayaan
masyarakat dan
Desa
7.Dinas Pangan dan
Pertanian
8.Dinas Pendidikan Jawa
timur
9.Pengelola Pasar Klojen
10.kepala desa
Kutorenon
11.kepala Puskesmas 12.kepala Sekolah SD negri
Kalibendo 1 Lumajang
13.Kepala sekolah SD negri
Tempeh Lor
14.Kepala sekolah SMP
Negri 2 Sukodono
Lumajang
15.Kepala sekolah SMP
negri 1 pasirian
16.Kepala sekolah SMP
negri 1 Tempeh
17.kepala sekolah SMK
negri 2 Lumajang
18.Petugas distrik Food
Inspektorat (DFI)
19.kader keamanan
pangan sekolah
20 .Kader keamanan Desa
21.petugad monev pasar


Kegiatan Monev ini menjadi bagian dari upaya BPOM Jember dalam mengoptimalkan pemantauan dan pengawasan terhadap produk pangan, guna melindungi masyarakat dari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.


IndahWahyuni,menyampaikan bahwa ketahanan pangan di Lumajang dalam posisi aman. “Tidak hanya ketahanan pangan tetapi juga keamanan pangan, karena kita harus memikirkan keluarga kita terkait dengan makanan sehat, makanan yang bergizi, sehingga akhirnya bisa tercukupi makanan yang bergizi.Dan untuk hasilnya stunting jadi berkurang, akhirnya kecerdasan dari generasi-generasi muda kita itu bisa lebih diandalkan.

Pada pagi hari ini kita bersama-sama Balai POM Jember untuk bisa mengkomunikasikan atau memberikan pencerahan terkait dengan keamanan pangan”, ujar Yuyun,

“Keamanan pangan misalnya, kadar yodiumnya cukup, bebas dari borax, bebas dari pewarna-pewarna (Bahan Kimia). Karena anak-anak kecil biasanya njajan sembarangan, nah ini yang perlu kita edukasi. Sekarang yang kita kumpulkan adalah para guru, para kader, juga para pelaku usaha di pasar Klojen, dan ini desanya adalah desa Kutorenon, kecamatan Sukodono. Dari ini kalau sudah bergerak kita jalan, menjadi percontohan desa-desa yang lain, pasar-pasar yang lain dan sekolah-sekolah yang lain. Ini juga mendukung program Presiden Prabowo, dalam hal ini program makan bergizi gratis”, Tutur Yuyun, saat diwawancarai awak media.


Kepala BPOM Jember, Eko Agus Budi Darmawan kepada awak media menyampaikan pentingnya kolaborasi antara berbagai sektor dalam memastikan keberhasilan program ini. “Kami memilih kabupaten Lumajang ini sebagai kabupaten yang pertama, kami ajak bekerjasama. Kegiatan ini sudah berjalan hampir 1 tahun, ini meliputi sekolah, pasar serta desa. Pasar di Klojen, desanya Kutorenon, kalau sekolahan ada 6 sekolah, SMP, SMA, SMK. Pertama kita ngobrol, diskusi sama OPD-OPD terkait kemudian kami lakukan Bimtek. Bimtek sama petugas-petugas, kader dari masing-masing unsur, sekolah, pasar, desa. Kami survei, kami datangi dan melakukan pengawasan di pasar-pasar”, terang Eko.

“Kami sampling, kami uji juga makanan-makanan yang di pasar itu. Di sekolah juga sama seperti itu, kemudian di desa juga sama. Masing-masing komunitas kami berikan pelatihan, kami bekali, kami berikan peralatan untuk bisa menguji sendiri. Ini kegiatan Badan POM, awal ini kabupaten Lumajang yang pertama. Harapannya kegiatan ini saling menyebarkan lagi”, ungkap Eko

Kegiatan yang di lakukan oleh BPOM ini di suport penuh oleh kepala desa Faisal bersama seluruh kader- kadernya karna desa Kutorenon sangat merasakan dampaknya kegiatan ini khususnya dalam penanganan masalah stanting “, ujar salah satu kader desa Kutorenon. (Diana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *