PROBOLINGGO, BeritaHarianIndonesia.com – Apa yang dilakukan para santri TPQ Nurul Huda metode Qiro’ati di Dusun Gerdu, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, berbuah hasil membanggakan. Ketekunan mereka dalam belajar Al-Qur’an mengantarkan sejumlah santri meraih prestasi tingkat Kabupaten Probolinggo dan Kecamatan Tongas.
Prestasi tersebut diraih dalam rangkaian Khotmil Qur’an dan Imtihan ke-14, yang menjadi salah satu momentum evaluasi terhadap proses pembelajaran Al-Qur’an yang dijalani para santri.
Capaian itu sekaligus menunjukkan adanya proses pembelajaran yang dilakukan secara konsisten dengan melibatkan pengurus, pengasuh, para ustadzah, wali santri, serta dukungan masyarakat sekitar.
Kepala TPQ Nurul Huda metode Qiro’ati, Ustadzah Iin Sri Wahyuni, S.Pd., turut menjadi bagian dari proses pembinaan para santri dalam mengikuti tahapan evaluasi pembelajaran Al-Qur’an.
Ketua Pengurus TPQ Nurul Huda, Ir. Ar. H. Rofiq Ali Pribadi, S.T., M.T., IPM., IAI., yang akrab disapa Haji Rofiq, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan kerja sama berbagai pihak.
Menurut Haji Rofiq, keberhasilan para santri tidak terlepas dari sinergi antara pengurus, pengasuh, para ustadzah, wali santri, dan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, prestasi ini adalah hasil kerja sama yang solid. Pengurus berupaya melengkapi sarana dan prasarana, sementara para ustadzah kami adalah figur-figur pilihan yang kompeten dan sabar dalam mendidik anak-anak,” ujar Haji Rofiq, Selasa malam (18/8/2026).
Raih Prestasi Tingkat Kabupaten dan Kecamatan
Dalam rangkaian Khotmil Qur’an dan Imtihan ke-14, santri TPQ Nurul Huda mencatat sejumlah capaian pada tingkat Kabupaten Probolinggo maupun Kecamatan Tongas.
Prestasi yang diraih meliputi Peserta Terbaik 4 tingkat Kabupaten Probolinggo dalam EBTAQ 2026, Peserta Terbaik 1 tingkat Kecamatan Tongas dalam Pra Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiro’ati (EBTAQ) 2026, serta Peserta Terbaik 4 tingkat Kecamatan Tongas dalam ajang yang sama.
Deretan capaian tersebut menjadi bagian dari hasil evaluasi pembelajaran yang telah dilalui para santri selama mengikuti pendidikan Al-Qur’an dengan metode Qiro’ati di TPQ Nurul Huda.
Haji Rofiq menilai prestasi tersebut bukan semata-mata keberhasilan individu santri. Menurutnya, capaian itu juga mencerminkan kekompakan seluruh keluarga besar TPQ Nurul Huda.
“Ini bukan sekadar prestasi individu santri, tetapi cerminan dari kekompakan seluruh warga TPQ Nurul Huda, mulai dari pengurus, pengajar, hingga dukungan orang tua,” katanya.
Dukungan Masyarakat Jadi Penguat
Haji Rofiq menambahkan, keberadaan TPQ Nurul Huda juga mendapat dukungan dari masyarakat Dusun Gerdu dan Desa Tambakrejo.
Dukungan tersebut, kata dia, menjadi salah satu faktor yang membantu TPQ Nurul Huda menjalankan proses pembelajaran dan pembinaan para santri.
“Masyarakat Dusun Gerdu dan Desa Tambakrejo sangat mendukung keberadaan TPQ ini. Dukungan moril maupun materiil dari warga menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus berbenah,” ujar Haji Rofiq.
Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masyarakat tidak hanya membutuhkan peran pengajar dan pengurus. Dukungan keluarga dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran para santri.
Menjadi Motivasi Tingkatkan Mutu Pembelajaran
Khotmil Qur’an dan Imtihan ke-14 menjadi momentum penting bagi keluarga besar TPQ Nurul Huda. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk syukur atas proses pembelajaran yang telah dilalui para santri, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi capaian pendidikan Al-Qur’an.
Sejumlah prestasi yang diraih para santri diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran metode Qiro’ati.
Bagi keluarga besar TPQ Nurul Huda, capaian tersebut menjadi penyemangat untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an di Dusun Gerdu, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Ketekunan santri, kompetensi pengajar, dukungan keluarga, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari proses yang mengiringi perjalanan TPQ Nurul Huda dalam membangun pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda di lingkungan tersebut. (Tim BHI)
