Ning Marisa Dorong Kue Satru Randujalak Tetap Eksis, UMKM 30 Tahun Harapkan Bantuan Mesin Selep Tepung

Bagikan

PROBOLINGGO, BeritaHarianIndonesia.com – Upaya melestarikan kuliner tradisional terus mendapat perhatian. Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, mengunjungi sentra UMKM kue satru di Desa Randujalak, Kecamatan Besuk, Senin (3/8/2026). Dalam kunjungan itu, ia mengajak seluruh pihak mendukung keberlangsungan usaha agar kuliner khas daerah tetap mampu bertahan di tengah perubahan selera pasar.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Dekranasda meninjau berbagai pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo. Selain melihat langsung proses produksi, Ning Marisa juga berdialog dengan pelaku usaha dan perangkat desa untuk menyerap aspirasi serta kebutuhan pengembangan usaha.

“Hari ini saya berkunjung ke berbagai UMKM di Kabupaten Probolinggo. Ternyata potensinya sangat banyak, mulai dari pengrajin batik hingga kuliner tradisional,” ujar Ning Marisa.

Menurutnya, kue satru merupakan salah satu kuliner legendaris yang menjadi bagian dari identitas Kabupaten Probolinggo. Di tengah berkembangnya berbagai jenis makanan modern yang lebih akrab dengan generasi muda, keberadaan kue tradisional perlu terus dijaga agar tidak tergerus zaman.

“Di era yang berkembang seperti sekarang, kue satru memang dikenal sebagai kue legendaris. Karena itu harus didukung dan diperhatikan agar tetap eksis, tetap dikenal masyarakat, dan tetap menjadi sajian khas di rumah-rumah, khususnya di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Ketua PKK Desa Randujalak, Intan Aidina Rahayu, mengatakan kue satru telah menjadi produk unggulan sekaligus ciri khas desanya. Menurut dia, Randujalak selama ini dikenal masyarakat melalui produk satru dan sabonnya.

Ia menjelaskan, hampir setiap kelompok rumah tangga di desanya memiliki kemampuan membuat kue satru. Namun, sebagian besar hanya memproduksi saat menjelang Hari Raya. Berbeda dengan Sri Lestari yang memproduksi setiap hari karena telah memiliki jaringan pemasaran hingga luar daerah.

“Kalau di desa kami tidak perlu pelatihan khusus karena hampir setiap kelompok rumah tangga sudah bisa membuat satru. Bedanya, Bu Sri memproduksi setiap hari karena ada permintaan dari luar kota, termasuk bekerja sama dengan Toko Mak Enak di Jember,” jelas Intan.

Sementara itu, pelaku UMKM kue satru, Sri Lestari, mengaku bersyukur usahanya mendapat perhatian dari Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo. Usaha yang telah dirintis sekitar 30 tahun itu kini mampu memasok produk secara rutin ke luar daerah.

Meski demikian, Sri mengaku masih membutuhkan dukungan peralatan produksi agar kapasitas usahanya meningkat. Ia berharap pemerintah dapat membantu pengadaan mesin selep tepung sehingga proses produksi menjadi lebih efisien.

“Harapannya bisa mendapat bantuan mesin selep tepung. Mudah-mudahan usaha ini tetap berjalan lancar dan semakin laris,” ujarnya.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk komitmen Dekranasda Kabupaten Probolinggo dalam mendorong penguatan UMKM berbasis potensi lokal. Selain meningkatkan daya saing pelaku usaha, pelestarian kuliner tradisional seperti kue satru diharapkan mampu menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa. (Tim BHI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *