Tingkatkan Standar Keselamatan Wisata, LSP Pariwisata Nasional Gelar Uji Kompetensi Pemandu Arung Jeram di Sungai Pekalen

Bagikan

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Nasional menggelar kegiatan Uji Kompetensi bidang Arung Jeram di kawasan wisata Songa Rafting, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (20/05/2026).

Kegiatan tersebut terlaksana atas fasilitasi penuh dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya pada sektor wisata minat khusus berbasis petualangan.

Oplus_131072

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Sungai Pekalen ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata. Sejumlah pemandu arung jeram (river guide) dari berbagai operator wisata di Kabupaten Probolinggo turut mengikuti proses sertifikasi kompetensi tersebut.

Sejak pagi hari, para peserta telah mengikuti serangkaian tahapan uji kompetensi yang meliputi verifikasi administrasi, pengarahan teknis, hingga praktik lapangan di aliran Sungai Pekalen yang dikenal memiliki karakter jeram menantang dan menjadi salah satu destinasi arung jeram terbaik di Jawa Timur.

Uji Kemampuan Teknis Dan Keselamatan Pemandu

Dalam pelaksanaan uji kompetensi tersebut, peserta diuji secara menyeluruh oleh asesor profesional dari LSP Pariwisata Nasional. Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis pengarungan, tetapi juga mencakup aspek keselamatan, penanganan situasi darurat, serta pelayanan terhadap wisatawan.
Adapun beberapa materi utama yang diuji meliputi:

  • Teknik Pengarungan (Maneuver dan Navigation)
    Peserta diuji dalam kemampuan mengendalikan perahu karet, membaca arus sungai, menentukan jalur aman, hingga koordinasi tim saat menghadapi berbagai karakter jeram.
  • Keselamatan dan Penyelamatan (Safety and Rescue)
    Para peserta diwajibkan memahami prosedur keselamatan, penggunaan perlengkapan standar, teknik evakuasi korban, hingga simulasi penyelamatan di aliran sungai.
  • Pelayanan Prima (Hospitality Service)
    Kemampuan komunikasi, briefing wisata, pendampingan tamu, hingga cara memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

Ketua LSP Pariwisata Nasional, Hari Setiyono, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam membangun standar profesionalisme industri wisata petualangan di Indonesia.

“Arung jeram merupakan wisata yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi, sehingga aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para pemandu wisata memiliki kompetensi yang sesuai standar nasional, baik dalam teknik pengarungan maupun penanganan keselamatan wisatawan,” ujar Hari Setiyono.

Ia menambahkan, sertifikasi kompetensi diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata arung jeram Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

PELAKU WISATA SAMBUT POSITIF PROGRAM SERTIFIKASI

Program fasilitasi dari Kementerian Pariwisata tersebut mendapat apresiasi dari para pelaku wisata lokal. Salah satunya disampaikan oleh Tri Harsono, penggiat sekaligus perintis wisata arung jeram di Sungai Pekalen melalui Songa Adventure.
Menurutnya, kegiatan sertifikasi ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas SDM wisata lokal sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap destinasi arung jeram di Probolinggo.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Kementerian Pariwisata dan LSP Pariwisata Nasional. Sertifikasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pemandu arung jeram di Sungai Pekalen. Dengan adanya standar kompetensi yang jelas, wisatawan akan merasa lebih aman dan nyaman saat menikmati wisata arung jeram,” ungkap Tri Harsono.

Ia juga menilai bahwa keberadaan pemandu bersertifikat akan memberikan dampak positif terhadap citra pariwisata Probolinggo, terutama dalam menghadapi persaingan industri wisata petualangan yang semakin berkembang.
Dorong Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Daerah

Kegiatan uji kompetensi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan profesionalisme pemandu wisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dengan meningkatnya kualitas pelayanan dan standar keselamatan, diharapkan wisatawan domestik maupun mancanegara semakin percaya untuk menikmati wisata arung jeram di Sungai Pekalen.

Selain itu, peningkatan kualitas SDM pariwisata juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, mulai dari sektor jasa wisata, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro di kawasan wisata Kabupaten Probolinggo.

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Probolinggo kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata petualangan unggulan di Jawa Timur yang mengedepankan keselamatan, profesionalisme, dan kualitas pelayanan bagi wisatawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *