MANGUPURA// Berita Harian Indonesia Com.– Di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut adaptasi cepat, Bank BPD Bali Cabang Mangupura mengukuhkan posisinya bukan sekadar sebagai lembaga intermediasi keuangan, melainkan sebagai determinan utama dalam orkestrasi pembangunan ekonomi di Kabupaten Badung. Melalui pendekatan yang memadukan inovasi teknologi mutakhir dengan filosofi kearifan lokal, bank pembangunan daerah ini terus mengakselerasi berbagai program strategis guna mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Kepala Bank BPD Bali Cabang Mangupura, Ida Bagus Made Surawan, S.Pi, dalam sesi wawancara eksklusif pada Rabu (24/12/2025), menegaskan bahwa transformasi ini merupakan manifestasi dari visi bank yang adaptif. “Optimalisasi layanan kami adalah upaya berkelanjutan untuk menciptakan keseimbangan antara inovasi teknologi dan kearifan lokal. BPD tidak hanya menjadi entitas penyimpanan dana, tetapi berfungsi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Badung,” pungkasnya.
Peran utama Bank BPD Bali Cabang Mangupura terletak pada fungsinya sebagai Pemegang Kas Daerah (Kasda) Pemerintah Kabupaten Badung. BPD Bali bertindak sebagai agen fiskal yang mengelola arus kas masuk (penerimaan) dan kas keluar (pengeluaran) APBD secara sistematis.
Dengan integrasi sistem yang mumpuni, BPD Bali memastikan setiap rupiah anggaran daerah dikelola dengan prinsip prudent (kehati-hatian), menjamin likuiditas pemda untuk pembiayaan infrastruktur, layanan publik, hingga belanja pegawai secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Dalam mendukung ambisi digitalisasi daerah, BPD Bali telah mengoptimalkan kanal pembayaran pajak daerah melalui sistem Online Tax Payment. Layanan ini memungkinkan wajib pajak di Badung untuk menunaikan kewajibannya melalui berbagai platform, mulai dari Mobile Banking, ATM, hingga integrasi dengan e-commerce dan dompet digital (QRIS).
Optimalisasi ini bertujuan untuk meminimalisir kebocoran pendapatan (leakage) dan meningkatkan tax ratio daerah. Dengan kemudahan akses, kepatuhan masyarakat meningkat, yang secara linier berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi Badung. Menanggapi prioritas pemerintah, BPD Bali Cabang Mangupura mengimplementasikan strategi pemberdayaan hulu ke hilir.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR): Memberikan akses permodalan dengan suku bunga kompetitif.
Digitalisasi Ekosistem UMKM: Mendorong digitalisasi pemasaran dan pembayaran bagi pedagang lokal guna memperluas pangsa pasar.
Pendampingan Strategis: Memberikan edukasi literasi keuangan agar pelaku UMKM mampu naik kelas (scale-up).
Manfaat fundamental dari implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPPD) yang dijalankan BPD Bali bagi Pemkab Badung adalah terciptanya ekosistem keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien.
Dengan ETPPD, seluruh transaksi keuangan daerah dilakukan secara non-tunai (cashless). Hal ini memberikan keuntungan berupa:
Real-time Monitoring: Pemerintah dapat memantau posisi keuangan daerah secara seketika.
Mitigasi Risiko: Menekan potensi penyimpangan dan kesalahan manusia (human error) dalam administrasi keuangan.
Peningkatan Opini WTP: Membantu Pemerintah Kabupaten Badung dalam mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK melalui pelaporan keuangan yang sistematis.
Melalui sinergi yang solid antara Bank BPD Bali Cabang Mangupura dan Pemerintah Kabupaten Badung, diharapkan tercipta multiplier effect yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Langkah ini membuktikan bahwa modernisasi perbankan dapat berjalan selaras dengan semangat membangun daerah demi masa depan yang lebih gemilang.
( AR81 KORWIL BALI )
