Probolinggo, Selasa (16/12/2025), BeritaHarianIndonesia.com — Industri hospitality di Kabupaten Probolinggo menapaki fase kepemimpinan baru. Ir. Ar. H. Rofiq Ali Pribadi, ST., MT., IPM., IAI, yang akrab disapa Haji Rofiq, resmi ditetapkan sebagai Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo periode 2025–2030.
Penetapan tersebut berlangsung dalam Muscab sekaligus pengukuhan pengurus BPC PHRI Kabupaten Probolinggo yang digelar di Lava Hill Resort, Dusun 1 Sapikerep, Kecamatan Sukapura. Lokasi ini berada di kawasan strategis penyangga wisata Bromo, simbol denyut utama pariwisata Jawa Timur yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi daerah.
Agenda Muscab dihadiri jajaran pengurus PHRI, pelaku usaha perhotelan dan restoran, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pariwisata. Suasana forum berlangsung dinamis, mencerminkan harapan besar terhadap kepemimpinan baru PHRI di tengah tantangan dan peluang industri hospitality yang kian kompetitif.
Haji Rofiq menegaskan bahwa PHRI tidak boleh hanya menjadi organisasi formal, melainkan harus bertransformasi menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha perhotelan dan restoran di Kabupaten Probolinggo.
“PHRI harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun pariwisata yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Sinergi adalah kunci,” ujar Haji Rofiq.
Ia menekankan, penguatan sektor pariwisata tidak dapat dilepaskan dari kualitas layanan. Oleh karena itu, peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama dalam agenda kepengurusan lima tahun ke depan.
“Kualitas layanan adalah fondasi industri hospitality. PHRI akan mendorong pelatihan dan sertifikasi SDM secara berkelanjutan agar pelaku usaha dan pekerja mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” katanya.
Selain dikenal aktif di dunia organisasi, Haji Rofiq memiliki latar belakang pendidikan Teknik Sipil dan Arsitektur yang membentuk gaya kepemimpinannya secara sistematis dan terukur. Ia juga merupakan owner Rawon Nguling generasi ketiga, ikon kuliner khas Probolinggo yang telah menembus pasar nasional. Perpaduan antara keilmuan teknis dan pengalaman kewirausahaan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memimpin organisasi berbasis industri jasa.
Pengukuhan pengurus BPC PHRI Kabupaten Probolinggo ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan dari Ketua BPD PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, S.E., kepada Haji Rofiq. Dengan pengesahan tersebut, kepengurusan baru resmi mengemban mandat organisasi hingga tahun 2030.
Dalam struktur kepengurusan, unsur pembina diisi oleh Bupati Kabupaten Probolinggo serta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo. Sementara Dewan Penasihat diisi oleh Digdoyo D.P., Fathkur Rachman, dan Mayjen TNI (Purn.) Sentot Yuswandhono, S.H.
Haji Rofiq selaku ketua didampingi Ainur Rusydi, S.Sos. sebagai Wakil Ketua I dan Galih Teguh Wahono, S.T. sebagai Wakil Ketua II. Posisi Sekretaris I diamanahkan kepada Nutfahaji Johan Pramono, ST., MM, dengan Sekretaris II Nutfahadi Bagas Indyatmono, S.E. Adapun Bendahara dijabat oleh Henry Kurniawan, S.Sos.
Sejumlah bidang strategis turut diperkuat, di antaranya Bidang Humas dan Marketing, Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Bimtek, Bidang Hukum dan Ketenagakerjaan, Bidang Umum dan Keanggotaan, serta Bidang Investasi dan Pengembangan Usaha.
Dengan komposisi kepengurusan tersebut, BPC PHRI Kabupaten Probolinggo diharapkan mampu menjadi motor penggerak industri perhotelan dan restoran, sekaligus memperkokoh posisi Probolinggo sebagai destinasi wisata unggulan, khususnya di kawasan penyangga Bromo dan potensi wisata lainnya.(Tim)
