Warga Krucil Tanam Pisang dan Bangun Makam di Jalan Rusak, Protes Kreatif yang Menohok Pemerintah

Bagikan

Warga Krucil Tanam Pisang dan Bangun Makam di Jalan Rusak, Protes Kreatif yang Menohok Pemerintah

Probolinggo – Warga Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, melakukan aksi protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah dengan cara yang unik dan menyentil. Mereka menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang serta membangun makam dengan batu nisan bertuliskan “TKP TUKANG KORUPSI” sebagai simbol kekecewaan mereka terhadap lambannya perbaikan infrastruktur. Tak hanya itu, sebuah pesan tajam juga tertulis di pohon sekitar lokasi, berbunyi “Yang nyabut pohon ini, besok tak kubur di sini.”

Aksi ini pun viral di media sosial, terutama di TikTok dan grup WhatsApp, memicu diskusi luas di kalangan warganet. Banyak yang mendukung langkah warga sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah daerah yang dinilai kurang responsif dalam menangani perbaikan jalan.

Kondisi jalan di Krucil yang rusak parah telah lama dikeluhkan warga. Lubang-lubang besar semakin membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan. Tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang memprihatinkan. Laporan dan permintaan perbaikan sudah sering diajukan, tetapi belum ada tindakan nyata dari pemerintah.

“Sudah bertahun-tahun kami mengeluh soal jalan ini. Setiap kali musim hujan, makin banyak yang jatuh dan terluka. Kami hanya ingin jalan yang layak, tapi tidak pernah ada realisasi,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

Protes yang Menggugah, Akankah Ada Respons ,Pembangunan makam di tengah jalan menjadi simbol kuat bagi keresahan masyarakat. Tulisan “TKP TUKANG KORUPSI” mencerminkan ketidakpercayaan warga terhadap transparansi pengelolaan anggaran pembangunan. Pesan yang tertulis di pohon juga menunjukkan tingkat frustrasi yang mendalam akibat janji-janji yang tak kunjung ditepati.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Probolinggo belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi protes ini. Namun, tekanan publik melalui media sosial semakin meningkat, mendorong tuntutan agar pemerintah segera bertindak.

Aksi semacam ini bukan hal baru. Di berbagai daerah, warga yang frustrasi dengan kondisi jalan kerap melakukan protes kreatif, seperti menanam pohon pisang atau membuat tanda peringatan di lokasi yang berbahaya. Hal ini menunjukkan bahwa masalah infrastruktur masih menjadi tantangan serius di banyak wilayah.

Akankah aksi warga Krucil ini cukup untuk menggugah kesadaran pemerintah daerah setempat, Ataukah mereka harus mengambil langkah yang lebih ekstrem untuk mendapatkan hak mereka atas infrastruktur yang layak
Kini Masyarakat menanti respons konkret, sementara sorotan publik terus mengarah ke pihak yang bertanggung jawab. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *