Jalan Rusak Diduga Dampak Proyek Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih di Semampir, Warga Mengaku Alami Kecelakaan hingga Kerugian

Bagikan

PROBOLINGGO, BeritaHarianIndonesia.com — Proyek pembangunan Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Semampir menuai keluhan warga. Jalan lingkungan yang dilintasi dump truk selama berbulan-bulan kini rusak parah. Sejumlah warga mengaku mengalami kerugian, sementara laporan kepada pemerintah setempat disebut belum menghasilkan tindak lanjut.

Kerusakan terjadi di Gang 2, Jalan Pattimura, RT 01/RW 06, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Menurut warga, kondisi jalan mulai memburuk setelah sekitar delapan bulan menjadi jalur keluar masuk kendaraan pengangkut material proyek pembangunan Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih.

Salah seorang warga, Eeng (40), mengaku keluarganya pernah menjadi korban akibat rusaknya jalan tersebut. Putrinya, Gina (14), terjatuh saat hendak berobat ke Dokter Karmin sekitar pukul 16.00 WIB ketika musim hujan. Saat itu, lubang di badan jalan tertutup genangan air sehingga tidak terlihat oleh pengendara.

“Saat musim hujan kondisi jalan rata dengan air. Anak saya mau periksa ke Dokter Karmin sekitar jam 16.00 WIB, akhirnya terjatuh karena tidak terlihat kalau jalannya berlubang,” ujar Eeng kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Eeng menjelaskan, sebelum proyek dimulai, Ketua RW setempat pernah menyampaikan bahwa akses Gang 2 hanya akan digunakan sebagai jalur truk proyek selama tiga bulan. Namun, karena pembangunan gedung mengalami keterlambatan, aktivitas dump truk berlangsung hingga sekitar delapan bulan dan mengakibatkan kondisi jalan semakin rusak.

Menurutnya, saat itu warga juga mendapat informasi bahwa jalan akan dikembalikan dalam kondisi lebih baik setelah proyek selesai. Namun hingga kini, perbaikan yang dijanjikan tersebut belum terealisasi.

Keluhan serupa disampaikan Gonib (66), warga RT 01/RW 06. Ia mengatakan jalan yang berlubang dan bergelombang membuat aktivitas sehari-harinya terganggu.

“Jalannya rusak parah. Sampai saya masuk ke rumah saja agak kesulitan,” katanya.

Tak hanya menghambat mobilitas, Gonib menyebut kerusakan jalan juga berdampak pada sistem distribusi air bersih menuju rumahnya. Perubahan elevasi jalan menyebabkan aliran air yang sebelumnya mengandalkan gravitasi tidak lagi mengalir normal sehingga harus menggunakan pompa air.

Akibat kondisi tersebut, pompa air miliknya mengalami kerusakan hingga dua kali.

“Akhirnya pompa air saya terbakar sampai dua kali. Akhirnya saya beli sendiri,” ujarnya.

Gonib mengaku telah melaporkan persoalan itu sebanyak dua hingga tiga kali ke Kantor Kelurahan Semampir. Menurutnya, laporan diterima oleh lurah maupun sekretaris kelurahan dengan janji akan diteruskan kepada pihak terkait. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang dirasakan warga.

“Laporan ibu sudah kami terima dengan baik. Nanti akan saya sampaikan. Tapi sampai hari ini tidak ada tindak lanjut,” tutur Gonib menirukan jawaban yang diterimanya dari perangkat kelurahan.

Ia juga mengaku pernah diminta bersabar ketika mempertanyakan kemungkinan adanya ganti rugi atas kerugian yang dialaminya akibat dampak kerusakan jalan tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Lurah Semampir, Latif, membenarkan pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai kerusakan jalan di Gang 2, Jalan Pattimura, RT 01/RW 06.

“Mohon maaf nggih saya juga tidak bisa berkomentar banyak. Mengenai laporan warga memang sudah banyak dan sudah saya sampaikan ke atasan (Bapak Camat),” tulis Latif.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sebelum dirinya menjabat sebagai lurah telah ada kesepakatan antara lurah sebelumnya dengan kontraktor proyek pembangunan Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih terkait dampak aktivitas dump truk terhadap akses jalan warga. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti isi kesepakatan tersebut.

“Terkait kerusakan di Gang 2 Jalan Pattimura RT 01 RW 06 yang diakibatkan aktivitas dump truk pada pembangunan proyek KDMP tentunya sudah ada kesepakatan antara lurah sebelumnya dengan kontraktor proyek pembangunan KDMP. Namun saya belum tahu kesepakatannya bagaimana,” jelasnya.

Latif juga menyampaikan bahwa sejak menjabat sebagai Lurah Semampir, dirinya belum pernah bertemu maupun berkomunikasi langsung dengan pihak kontraktor proyek tersebut.

“Sejak saya menjabat Lurah Semampir sampai saat ini belum kenal dan belum pernah bertemu ataupun bertatap muka dengan kontraktor proyek KDMP. Jadi alangkah baiknya mungkin bisa menghubungi lurah sebelumnya dan kontraktornya bagaimana kesepakatannya dulu sebelum dimulainya proyek pembangunan KDMP,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor proyek pembangunan Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun rencana perbaikan jalan yang mengalami kerusakan. Pemerintah Kecamatan Kraksaan juga belum menyampaikan tindak lanjut atas laporan yang telah diterima dari pihak kelurahan. (Tim BHI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *