Antar Istri Piket Malam, Perawat RSUD Waluyo Jati Diduga Jadi Korban Begal

Bagikan

Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com – Niat mengantar istri yang sedang menjalani piket malam berujung petaka bagi Nugroho, seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Saat perjalanan pulang pada Senin (1/6/2026) malam, ia diduga menjadi korban pembegalan di kawasan barat kantor BPN/ATR Kabupaten Probolinggo hingga mengalami luka dan kehilangan sepeda motor.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian Nugroho baru saja mengantarkan istrinya yang sedang bertugas piket malam di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Usai mengantar sang istri, korban kemudian melanjutkan perjalanan pulang menuju rumahnya di kawasan Perumahan Sidopekso, Kecamatan Kraksaan. Namun saat melintas di ruas jalan yang berada di sebelah barat kantor BPN/ATR Kabupaten Probolinggo, korban diduga menjadi sasaran aksi kejahatan jalanan.

Informasi yang beredar menyebutkan, sepeda motor Honda Beat berwarna merah milik korban dibawa kabur oleh tiga orang pelaku. Hingga kini, kronologi pasti kejadian masih belum diketahui secara jelas karena korban belum memberikan keterangan resmi kepada pihak kepolisian.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh keluarga pasien yang tengah berada di Klinik Tjipluk, yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Warga yang mengetahui kondisi korban kemudian bergegas memberikan pertolongan dan membawanya ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk mendapatkan penanganan medis.

Kejadian tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman video kondisi korban beredar luas di sejumlah grup WhatsApp. Dalam video yang diterima wartawan, tampak Nugroho mengalami luka pada lengan kanan dan kepala bagian kanan.

Belum dapat dipastikan apakah luka yang dialami korban terjadi akibat terjatuh dari kendaraan atau karena adanya tindak kekerasan saat peristiwa berlangsung. Aparat kepolisian masih menunggu keterangan resmi dari korban untuk memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Anang Kurniawan, membenarkan bahwa korban merupakan salah satu pegawai rumah sakit tersebut dan sempat mendapatkan perawatan setelah kejadian.

“Iya mas, ini barusan teman-teman lapor,” ujar Anang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, kondisi korban tidak memerlukan perawatan intensif sehingga diperbolehkan menjalani rawat jalan dan kembali ke rumah.

“Korban sudah pulang karena rawat jalan,” tambahnya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh menyebutkan anggota Polsek Kraksaan telah melakukan pendampingan saat korban menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati. Namun hingga Selasa siang, korban disebut belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.

Akibatnya, polisi masih belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait dugaan pembegalan tersebut, termasuk memastikan hilangnya sepeda motor maupun kemungkinan adanya barang berharga lain yang turut raib dalam kejadian itu. (Tim BHI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *