Probolinggo, Jumat (16/1/2026), BeritaHarianIndonesia.com — Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya atau yang akrab disapa Ivan, menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1448 Hijriah bukan sekadar ritual keagamaan tahunan. Lebih dari itu, peristiwa agung dalam sejarah Islam tersebut menjadi pengingat moral bagi pelaku usaha agar pertumbuhan ekonomi dibangun di atas fondasi kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.
Menurut Ivan, dunia usaha tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai spiritual. Aktivitas perdagangan dan industri, kata dia, harus berjalan seiring dengan etika dan kesadaran moral, agar tidak semata mengejar keuntungan material, tetapi juga menghadirkan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
“Isra Mikraj mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan antarmanusia. Dalam konteks dunia usaha, nilai ini menjadi pengingat agar pelaku usaha tetap menjunjung etika, kejujuran, serta tanggung jawab sosial dalam setiap aktivitas bisnis,” ujar Ivan, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, Isra Mikraj yang dikenal sebagai perjalanan spiritual Rasulullah SAW dalam menerima perintah salat lima waktu, mengandung pesan mendalam tentang kedisiplinan, konsistensi, dan keteguhan iman. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam dunia usaha, khususnya di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks dan dinamis.
Ivan menilai, pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai dengan landasan moral justru berpotensi melahirkan ketimpangan sosial dan praktik usaha yang merugikan masyarakat. Karena itu, KADIN Kabupaten Probolinggo secara konsisten mendorong anggotanya untuk menjalankan usaha secara profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.
“Kami mendorong pelaku usaha agar tidak hanya berpikir soal profit, tetapi juga dampak sosial. Usaha yang sehat adalah usaha yang memberi manfaat, membuka lapangan kerja, dan berjalan sesuai aturan serta etika,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ivan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj dapat menjadi landasan moral dalam setiap kebijakan dan kerja sama ekonomi di tingkat lokal.
“Pembangunan ekonomi yang kuat harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter. Tanpa integritas dan etika, pertumbuhan ekonomi justru bisa menimbulkan persoalan baru,” katanya.
Melalui momentum peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah ini, KADIN Kabupaten Probolinggo berharap nilai-nilai spiritual dapat terus diinternalisasi dalam praktik dunia usaha. Dengan demikian, aktivitas ekonomi tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan, keberkahan, dan keberlanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
