Probolinggo, Selasa (09/12/2025), BeritaHarianIndonesia.com — Tumpukan sampah di bawah Jembatan Pajarakan–Condong di desa satreyan kecamatan maron kab. Probolinggo memicu kehebohan publik. Warga mengeluhkan kondisi sungai yang makin parah, sementara jembatan strategis ini terlihat dipenuhi sampah yang diduga dibiarkan berbulan-bulan tanpa pembersihan.
Jembatan tersebut merupakan akses utama menuju Tiris, Krucil, dan jalur Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) TNI AD, sehingga penumpukan sampah ini menimbulkan kekhawatiran serius. Selain mengancam stabilitas struktur jembatan.
Ketua KPK Nusantara Probolinggo, HK, menjadi pihak yang pertama kali mengungkap persoalan ini ke publik. Ia menilai kuat adanya dugaan kelalaian dalam pengawasan sungai.
“Sampah itu berserakan dan dibiarkan menumpuk. Kami menduga ada kelalaian dalam pengawasan oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur,” ujar HK, Sabtu (06/12/2025).
Hodik menegaskan bahwa Jembatan Pajarakan–Condong tidak hanya menjadi jalur ekonomi dan wisata. Akses ini juga digunakan untuk kebutuhan operasional militer sehingga seharusnya berada di bawah pemantauan ketat dan pembersihan rutin.
Respons Resmi Dinas PUPR Probolinggo
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, memberi penjelasan melalui pesan WhatsApp kepada redaksi pada Senin (08/12/2025). Ia menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan terkait lokasi tersebut.
Berikut kutipan resminya:
“Saat ini kami belum menerima laporan terkait masalah itu. Untuk sampah di sungai, kewenangannya bukan di Dinas PUPR Kabupaten.
Jika ada laporan masuk, kami akan berkoordinasi dengan Dinas SDA Provinsi Jawa Timur untuk pembersihan bersama.
Untuk saluran irigasi, kami juga melakukan pembersihan bersama petani.”
Warga berharap pemerintah daerah, Dinas SDA Provinsi Jawa Timur, serta Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo segera bertindak sebelum kondisi sungai semakin kritis. (Tim)
