Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com – Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan dugaan praktik perampasan kendaraan oleh oknum debt collector di ruang terbuka kini menjadi sorotan, sekaligus memunculkan tanda tanya terkait efektivitas penegakan hukum di Kabupaten Probolinggo.
Insiden tersebut terjadi di Halte Bus Jalan Raya Panglima Sudirman, Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kamis (17/4/2026). Rekaman berdurasi 35 detik yang diunggah akun TikTok @mahfud.cat.mahfud memperlihatkan seorang pengendara motor dihentikan secara tiba-tiba oleh sekelompok orang tak dikenal di lokasi yang tengah dipadati aktivitas warga.
Dalam video tersebut, situasi tampak berlangsung secara terbuka di siang hari tanpa adanya intervensi langsung dari aparat. Hingga kini, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1.598 kali dan terus memicu diskusi luas di media sosial.
Pemilik akun, Mahfud Rosyi oto atau yang akrab disapa Pak Mahfud, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai aktivitas yang diduga melibatkan debt collector itu kembali terjadi secara terang-terangan di ruang publik.
“Ini kejadian hari ini tanggal 17 April 2026 di Semampir, Guys. Dia secara berani dan terang-terangan kembali lagi ke jalan. Ada apa penegakan hukum di Kabupaten Probolinggo ini?”
Ia juga menyoroti belum adanya kejelasan atas persoalan serupa yang pernah ia alami sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait konsistensi penanganan kasus oleh aparat.
“Masyarakat menanyakan apakah dengan begini ada ‘bagian’? Saya bingung sebagai masyarakat Kabupaten Probolinggo. Persoalan saya tidak ada kejelasan, sedangkan mereka sudah kembali lagi ke jalan. Ingat, negara ini negara hukum. Kemana APH ini?”
Respons warganet pun bermunculan, sebagian di antaranya menilai praktik tersebut diduga tidak berdiri sendiri. Akun @tibut.suharsono menilai adanya indikasi keterkaitan yang lebih luas.
“Udah terstruktur iku APH sama DC bang, gak mungkin menutup mata,” tulisnya.
Sementara akun @babafaza19 menyatakan dukungan agar kasus ini diusut secara menyeluruh.
“Kami masyarakat dukung Om Mahfud, usut tuntas.”
Komentar bernada kekhawatiran juga disampaikan akun @lisaserlina5.
“Aku obe takol se kluarah pak,” tulisnya. (Tim BHI)
