Cegah Leptospirosis, Mahasiswa KKN 10 UPM Gandeng Bidan Desa Sosialisasi Kesehatan Lingkungan di Desa Kalisalam

Bagikan

Probolinggo – Berita Harian Indonesia (BHI) Upaya pencegahan penyakit menular terus digencarkan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 10 Universitas Panca Marga (UPM) bersama perangkat Desa Kalisalam mengadakan sosialisasi dan edukasi kesehatan lingkungan dengan fokus pada pencegahan leptospirosis, Rabu (6/8/2025) Balai Desa Kalisalam.

Kegiatan yang digelar di balai desa ini menghadirkan Vida Herlina, S.St, bidan Desa Kalisalam, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Vida menjelaskan bahwa leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang biasanya menular melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus.

“Penyakit ini bisa sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Gejalanya mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga komplikasi yang mengancam nyawa. Pencegahan paling efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan air yang terkontaminasi,” tegas
Vida di hadapan puluhan warga yang hadir.

Selain penjelasan medis, Albara Syarah Hasyifah Akbar, selaku Wakil Koordinasi Desa (WAKORDES) dan perwakilan mahasiswa KKN 10, memaparkan peran mahasiswa dalam mendukung kesehatan masyarakat desa. “Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kami. Kami ingin masyarakat lebih memahami bahaya leptospirosis dan menerapkan pola hidup bersih setiap hari,” ujarnya.

Penjelasan tersebut disertai dengan produk berupa cairan semprotan pengusir tikus yang terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah dijumpai. Bahan-bahan cairan semprotan tersebut berupa serai, ketumbar, bawang putih.
Dalam upaya pencegahan penyaki t leptospirosis dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, menggunakan alas kaki serta sarung tangan saat bekerja di area berair atau berlumpur, menutup rapat makanan dan air minum agar tidak terkontaminasi urine tikus, mengendalikan populasi tikus di lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam, nyeri otot, atau sakit kepala setelah terpapar lingkungan berisiko.

Acara berlangsung interaktif, dengan warga aktif bertanya terkait gejala, penularan, hingga cara mengatasi lingkungan yang berpotensi menjadi sarang tikus. Di akhir kegiatan, panitia membagikan leaflet berisi informasi pencegahan leptospirosis, agar pesan yang disampaikan tetap diingat dan bisa dibagikan ke keluarga.

Sekretaris Desa Kalisalam yang pada kesempatan tersebut hadir mewakili Kepala Desa, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN 10 dan bidan desa. Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan, karena edukasi kesehatan menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan tangguh terhadap penyakit menular.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Kalisalam akan pentingnya kebersihan lingkungan semakin meningkat, sehingga angka risiko penularan leptospirosis dapat ditekan seminimal mungkin.” (Misnaji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *