Geger Video Joget Erotis dan Saweran di Acara Madrasah, Ning Ayu Semprot Kemenag Kabupaten Probolinggo

Bagikan

Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com — Aksi joget dan saweran dalam acara Haflatul Imtihan di sejumlah madrasah dan sekolah di Kabupaten Probolinggo bikin geger jagat maya. Tak terima dengan kejadian ini, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Ning Ayu Nofita Rahmawati langsung angkat bicara dan mendesak Kemenag serta Disdik segera turun tangan.

Dalam sepekan terakhir, tiga video dari lokasi berbeda di Kabupaten Probolinggo ramai diperbincangkan di TikTok. Video pertama menampilkan waria berjoget erotis di halaman SDN Pakuniran 1, Kecamatan Pakuniran, yang viral sejak Minggu (21/6). Video kedua merekam acara Haflatul Imtihan MI Nurus Salam di Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, yang digelar Selasa (23/6). Sementara video ketiga memperlihatkan joget disko berikut saweran dalam Haflatul Imtihan Yayasan Nurul Hasanain di Desa Wedusan, Kecamatan Tiris, yang diunggah Sabtu (28/6).

Ning Ayu menegaskan, pertunjukan semacam itu jelas tak pantas ditampilkan dalam acara keagamaan di lingkungan sekolah. “Jawaban saya juga salah, tidak pada tempatnya. Sangat menyayangkan, seharusnya yang dipertontonkan itu kegiatan yang berbau agamis. Kalau joget-joget, apalagi tidak pakai jilbab, itu bukan pada tempatnya menurut saya,” tegasnya saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Selasa (30/6) sore.

Politikus asal Partai Golkar yang membidangi pendidikan dan kebudayaan ini mengaku kasus serupa sebenarnya bukan barang baru. Menurutnya, sudah jamak terjadi di berbagai daerah. Namun ia menyayangkan minimnya pengawasan dari pihak pengasuh maupun penyelenggara terhadap materi yang ditampilkan. “Harusnya dikawal latihannya seperti apa, pantas tidak itu ditampilkan. Kalau tidak pantas, ya jangan,” tandasnya.

Tak hanya mengecam, Ning Ayu juga mendesak Kabid SD Disdik dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo agar segera turun langsung menangani dua kasus yang melibatkan lembaga di bawah naungannya, yaitu SDN Pakuniran 1 dan Yayasan Nurul Hasanain.

Menanggapi desakan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur mengaku pihaknya sudah menerima laporan dan langsung bergerak cepat. Ia menyebut tim Kemenag telah diterjunkan ke lapangan untuk klarifikasi. “Tim Kemenag sudah turun ke lembaga,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, Senin (29/6).

Samsur pun berharap proses klarifikasi tak hanya dilakukan lewat pesan singkat, melainkan secara langsung di kantor Kemenag. “Sebaiknya kalau mau klarifikasi ke kantor saja, jangan hanya via WhatsApp,” ujarnya. (Tim BHI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *