BeritaHarianIndonesia.com — Program Probolinggo, Senin (27/4/2026) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan dampak nyata di daerah. Salah satunya terlihat di SPPG Nurul Wahid Al Wahyuni, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, yang mendapat apresiasi langsung dari anggota DPR RI, Mufti Anam.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin (27/4/2026) itu disambut hangat oleh pengelola serta para karyawan SPPG Nurul Wahid Al Wahyuni. Dalam peninjauannya, Dr. Mufti menilai bahwa standar pelayanan di dapur MBG tersebut telah memenuhi harapan pemerintah, mulai dari aspek kebersihan, proses sterilisasi, hingga penyajian makanan kepada penerima manfaat.
Menurutnya, kualitas yang ditunjukkan SPPG tersebut patut dijadikan contoh bagi pelaksana program MBG lainnya di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah penerima, tetapi juga dari mutu layanan dan keamanan pangan yang diberikan.
“Dari sisi sterilisasi, penyajian, dan pelayanan, ini sudah sangat baik. Harapannya SPPG lain bisa meniru standar seperti yang diterapkan di sini,” ujar Dr. Mufti di sela kunjungan.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain itu, program ini juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM, petani, dan nelayan dalam rantai pasok bahan pangan.
Di Kecamatan Besuk, implementasi program tersebut mulai menunjukkan dampak ganda. Selain membantu pemenuhan gizi masyarakat, keberadaan SPPG juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar yang terlibat sebagai mitra penyedia bahan baku maupun tenaga kerja.
Sementara itu, para karyawan dan mitra SPPG Nurul Wahid Al Wahyuni mengaku merasa bangga atas kunjungan dan apresiasi yang diberikan. Mereka menilai perhatian dari anggota DPR RI menjadi motivasi tambahan untuk terus menjaga kualitas layanan.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan dari Bapak Dr. Mufti. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik,” ungkap Wahid salah satu perwakilan karyawan.
Ke depan, pemerintah berharap program MBG dapat terus diperluas dan ditingkatkan kualitasnya sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Standar yang diterapkan oleh SPPG Nurul Wahid Al Wahyuni diharapkan menjadi rujukan dalam pelaksanaan program serupa di berbagai wilayah lainnya. (Tim BHI)
