Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com — Kasus penyitaan sepeda motor milik seorang bocah berusia 12 tahun usai mengambil buah kedondong di Kecamatan Gending terus menuai sorotan publik. Di tengah polemik yang berkembang, muncul dugaan adanya permintaan uang “penebusan” hingga Rp1 juta yang dikaitkan dengan komunikasi salah satu perangkat Desa Wonorejo. Namun, hingga kini, upaya konfirmasi resmi belum mendapatkan tanggapan.
Peristiwa tersebut menimpa AS (12), siswa kelas 1 SMP asal Desa Wonorejo, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat AS mengambil buah kedondong di wilayah Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, dengan mengendarai sepeda motor milik keluarganya yang diketahui dilengkapi surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Namun, peristiwa yang semula terkesan sederhana itu berkembang menjadi persoalan yang lebih kompleks. Sepeda motor yang digunakan AS disebut diamankan oleh oknum anggota Polsek Maron berinisial Dwi. Dalam proses selanjutnya, beredar informasi di lingkungan keluarga bahwa kendaraan tersebut dapat diambil kembali dengan sejumlah uang tertentu.
Mahfud Rosyi, selaku pendamping keluarga, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi adanya komunikasi antara Nanang, Ketua RT di Desa Wonorejo, dengan seorang perangkat desa bernama Gatot. Dalam komunikasi tersebut, diduga terdapat pembahasan terkait pengembalian sepeda motor.
“Informasi yang kami terima, ada permintaan uang Rp500 ribu jika disertai BPKB, dan Rp1 juta jika tanpa BPKB,” ujar Mahfud.
Ia menegaskan, pihaknya masih melakukan upaya klarifikasi guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga akurasi data sekaligus menghindari kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, upaya konfirmasi resmi kepada Gatot, perangkat Desa Wonorejo yang disebut dalam komunikasi tersebut, telah dilakukan melalui pesan WhatsApp pada Selasa (31/3/2026). Hingga berita ini ditulis, pesan terpantau telah diterima dan dibaca, namun yang bersangkutan belum memberikan jawaban. (Prabu Junggolo)
