Tanamkan Hidup Bersih dan Sehat, Santri Pramuka SBH SMA Zainul Hasan 1 Genggong Produksi Video Edukasi

Bagikan

Probolinggo, Jumat (9/1/2026), BeritaHarianIndonesia.com — Upaya menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat terus dilakukan di lingkungan pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan dan pembuatan video edukasi kesehatan oleh Santri Pramuka Saka Bakti Husada (SBH) SMA Zainul Hasan 1 Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (5/1/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Pembina Pramuka, Pembina Saka Bakti Husada dari Puskesmas Pajarakan, serta Santri Pramuka SMA Zainul Hasan 1 Genggong. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis santri di bidang kesehatan, sekaligus mendorong peran aktif pelajar dalam menyebarkan pesan hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Wakil Kepala Kesiswaan SMA Zainul Hasan 1 Genggong, Muhammad Syifauddin, yang akrab disapa Bogel, menjelaskan bahwa Saka Bakti Husada merupakan wadah strategis bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan kompetensi kesehatan secara aplikatif dan berkelanjutan.

“Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan bagi anggota Pramuka. Melalui kegiatan ini, santri dibekali pemahaman sekaligus praktik langsung yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan,” ujar Bogel.

Ia menambahkan, materi pembinaan yang diberikan mencakup berbagai aspek kesehatan, mulai dari pembinaan lingkungan sehat, pembinaan keluarga sehat, hingga penanggulangan penyakit. Selain itu, santri juga dibekali pengetahuan tentang gizi, pemahaman obat, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di berbagai lingkungan.

Dalam pembinaan lingkungan sehat, peserta mendapatkan materi tentang penyehatan perumahan, makanan dan minuman, pengawasan kualitas air, hingga pengamanan bahan berbahaya. Sementara pada pembinaan keluarga sehat, fokus diberikan pada kesehatan ibu dan anak, remaja, lanjut usia, serta kesehatan gigi, mulut, dan jiwa.

Adapun pada materi penanggulangan penyakit, santri dikenalkan dengan upaya pencegahan dan penanganan berbagai penyakit, seperti malaria, demam berdarah, tuberkulosis paru, diare, kecacingan, serta materi dasar kegawatdaruratan dan imunisasi. Materi pembinaan gizi juga disampaikan, meliputi perencanaan menu, pengenalan status gizi, hingga peran dapur umum dalam kondisi darurat.

Tak hanya itu, pembinaan obat turut menjadi bagian dari kegiatan SBH. Santri diberikan pemahaman tentang penggunaan obat yang benar, pengenalan taman obat keluarga, serta pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan bahan berbahaya bagi kesehatan. Seluruh materi tersebut diperkuat dengan penerapan PHBS di rumah, sekolah, tempat umum, instansi pemerintah, dan tempat kerja.

Sebagai bentuk inovasi dan adaptasi dengan perkembangan media digital, kegiatan pembinaan tersebut dirangkai dengan pembuatan video edukasi kesehatan. Video ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang mudah dipahami dan menjangkau masyarakat lebih luas.

“Melalui video edukasi kesehatan, kami berharap pesan tentang pentingnya hidup bersih dan sehat dapat tersampaikan secara efektif dan menarik, khususnya kepada generasi muda dan masyarakat umum,” kata Bogel.

Pihak sekolah berharap, kegiatan Saka Bakti Husada ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan santri, tetapi juga membentuk karakter peduli kesehatan serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *