PROBOLINGGO, Kamis (8/1/2026) | BeritaHarianIndonesia.com — Sudah lebih dari dua tahun sejak kerusakan dan amruknya bangunan TK / PAUD tunas Bangsa atau Bunga Melati di Dusun Satreyan Timur, Kecamatan Maron, dilaporkan melalui kanal pengaduan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Lapor KAND4. Namun hingga awal 2026, kondisi gedung yang digunakan untuk aktivitas belajar anak usia dini PAUD/TK itu dilaporkan saat ini semakin memprihatinkan dan belum menunjukkan adanya kejelasan penanganan dari instansi” terkait.
Informasi tersebut disampaikan oleh Hodik, Ketua aktivis Komunitas Pemantau Korupsi Nusantara (KPK Nusantara) Probolinggo Raya. Ia menyebut, pihaknya telah menyampaikan laporan ambruknya atau kerusakan bangunan sejak 2023, termasuk melalui pelaporan lebih dari satu kali. Namun hingga kini, belum terlihat langkah konkret berupa perbaikan maupun pembangunan ulang.
“Laporan sudah kami sampaikan sejak 2023 dan bahkan masuk lebih dari satu kali. Tetapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut yang jelas. Padahal ini menyangkut keselamatan anak-anak bangsa,” ujar Hodik.
Di Duga Dinilai Berpotensi Pembiaran oleh dinas terkait
Hodik menilai, tidak adanya penanganan dalam kurun waktu yang cukup lama berpotensi mengarah pada pembiaran. Terlebih, bangunan tersebut masih digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar anak usia dini yang secara hukum dan moral membutuhkan perlindungan maksimal.
“Ini bukan semata” persoalan bangunan ambruk dan rusak. Ini menyangkut hak anak untuk memperoleh rasa aman dan nyaman terhadap fasilitas pendidikan yang layak. Jika dibiarkan, resikonya sangat besar,” tegasnya.
Menurutnya, perhatian serius dari instansi teknis sangat dibutuhkan mengingat usia peserta didik TK/PAUD tergolong rentan terhadap potensi kecelakaan akibat kondisi bangunan yang tidak layak.
Desakan Evaluasi dan Tindakan Cepat
Atas kondisi tersebut, KPK Nusantara Probolinggo Raya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, segera melakukan sidak lokasi atau peninjauan lapangan.
“Harapan kami sederhana. Mohon diatensikan. Jika memang bangunan sudah tidak layak, segera dilakukan perbaikan atau pembangunan ulang. Jangan menunggu sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Hodik.
Ia menegaskan, keselamatan peserta didik seharusnya menjadi prioritas utama, mengingat TK/ PUD merupakan fondasi awal dalam sistem pendidikan.
Upaya Konfirmasi Redaksi
Sebagai bagian dari pemenuhan prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan, BeritaHarianIndonesia.com telah mengajukan permohonan konfirmasi resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Hery Thahjono, S.E., M.M., melalui pesan WhatsApp pada Rabu (7/1/2026).
Dalam pesan tersebut, redaksi meminta penjelasan terkait status laporan kerusakan bangunan TK Bunga Melati dan PUD Tunas Bangsa, tindak lanjut yang telah dilakukan sejak laporan masuk pada 2023, kelayakan bangunan untuk kegiatan belajar, serta langkah konkret yang akan diambil guna menjamin keselamatan peserta didik.
Hingga berita ini diturunkan, pesan konfirmasi tersebut diketahui telah diterima dan dibaca, namun belum mendapatkan jawaban resmi dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. (Jon tim)
Bersambung
