Truk Tambang Tanpa Terpal Kembali Dikeluhkan, Warga Besuk Minta Penindakan Tegas, Kasatlantas Polres Probolinggo Belum Beri Respons

Bagikan

PROBOLINGGO, BeritaHarianIndonesia.com – Keluhan masyarakat mengenai truk pengangkut material tambang tanpa penutup terpal yang melintas di Kecamatan Besuk hingga Jalan Raya PB Sudirman (Panglima Sudirman), Pantura Kraksaan, kembali mengemuka. Hadi, warga Desa Kecik, menyebut kondisi itu tidak hanya menimbulkan debu, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Di tengah keluhan tersebut, Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ali Rifki Mubarok belum memberikan tanggapan atas konfirmasi resmi yang diajukan jurnalis mengenai pengawasan dan penindakan kendaraan hingga berita ini diterbitkan.

Persoalan truk pengangkut material tambang yang melintas tanpa penutup terpal menjadi sorotan karena dinilai bertentangan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo menjaga kualitas ruas Jalan Kecamatan Besuk yang telah diperbaiki melalui program SAE JAL. Selain berpotensi mempercepat kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan berat, aktivitas tersebut juga dikeluhkan masyarakat karena material dan debu yang beterbangan.

Untuk memperoleh penjelasan dari pihak kepolisian, jurnalis pada Kamis (23/7/2026) pukul 20.59 WIB mengirimkan permohonan konfirmasi kepada Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ali Rifki Mubarok melalui aplikasi WhatsApp.

Dalam konfirmasi tersebut, jurnalis meminta penjelasan mengenai pengawasan terhadap aktivitas truk pengangkut material tambang yang melintas di ruas Jalan Pantura Kabupaten Probolinggo, kepatuhan kendaraan terhadap ketentuan dimensi dan muatan, serta penggunaan penutup terpal sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Jurnalis juga meminta penjelasan mengenai pola pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) maupun truk tambang yang diduga melanggar ketentuan. Selain itu, dimintakan pula informasi mengenai data penindakan apabila pernah dilakukan oleh Satlantas Polres Probolinggo.

Tidak hanya itu, jurnalis turut meminta tanggapan atas informasi yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang membekingi aktivitas truk tambang, sekaligus langkah konkret Satlantas Polres Probolinggo dalam mendukung komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo menjaga ruas jalan yang baru diperbaiki agar tidak kembali rusak akibat kendaraan bermuatan berlebih.

Hingga pukul 21.14 WIB pada hari yang sama, jurnalis kembali menghubungi AKP Ali Rifki Mubarok melalui sambungan WhatsApp. Namun, panggilan tersebut tidak dijawab. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi maupun jawaban atas konfirmasi yang telah disampaikan. Apabila di kemudian hari terdapat penjelasan dari pihak Satlantas Polres Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com akan memuatnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

Sementara itu, Hadi, wartawan BeritaHarianIndonesia.com yang juga warga Desa Kecik, Kecamatan Besuk, mengaku kerap menerima keluhan masyarakat terkait truk pengangkut material tambang yang melintas tanpa menggunakan penutup terpal.

Menurutnya, kendaraan yang tidak menggunakan terpal menyebabkan material maupun debu beterbangan sehingga mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan di sepanjang jalur Besuk hingga Jalan Raya PB Sudirman (Panglima Sudirman), Pantura Kraksaan.

“Yang jelas, yang di belakang itu berisiko. Banyak masyarakat yang mengeluh karena truk tidak memakai terpal. Debunya mengganggu, apalagi kendaraan itu hampir setiap hari melintas,” ujar Hadi, Jumat (24/7/2026).

Hadi mengaku pernah mengalami insiden di jalan yang menurutnya berkaitan dengan material yang dibawa kendaraan tanpa penutup terpal. Pengalaman tersebut membuatnya semakin khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan apabila kondisi tersebut terus dibiarkan.

Ia berharap Satlantas Polres Probolinggo bersama jajaran kepolisian meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material tambang yang melintas di wilayah Kecamatan Besuk serta menindak setiap pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami sebagai masyarakat meminta tolong kepada Kasatlantas dan Kapolres Probolinggo agar ada tindakan yang tegas sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Yang kami khawatirkan bukan hanya debunya, tetapi juga keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya. (Tim BHI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *