Probolinggo, BeritaHarianIndonesia.com — Kehadiran Rawon Nguling dalam ajang Probolinggo Sae Run Highway 2026 menjadi bukti bahwa UMKM legendaris mampu beradaptasi dan mengambil peran strategis dalam event olahraga berskala besar. Partisipasi ini tidak hanya memperkuat identitas kuliner lokal, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah melalui skema sport tourism yang terintegrasi.
Di tengah ribuan pelari dan pengunjung yang memadati ruas Tol Prosiwangi, Minggu (8/2/2026), lapak Rawon Nguling tampak ramai sejak pagi hari. Antusiasme peserta yang singgah usai menuntaskan rute lari menunjukkan bahwa event olahraga modern membuka ruang baru bagi UMKM untuk menjangkau audiens lintas komunitas dan latar belakang.
Keterlibatan Rawon Nguling dalam agenda ini tidak sekadar bersifat partisipatif, melainkan strategis. Kuliner legendaris yang telah bertahan lintas generasi tersebut tampil sebagai bagian dari pengalaman acara, memperkuat citra Probolinggo Sae Run Highway 2026 sebagai event yang tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga pada pemberdayaan potensi ekonomi lokal.
Selain Rawon Nguling, sejumlah UMKM Kabupaten Probolinggo turut berpartisipasi dalam gelaran SAE Run. Beragam produk jajanan tradisional, makanan olahan lokal, hingga minuman khas daerah ikut meramaikan area kegiatan. Kehadiran para pelaku UMKM ini memperlihatkan bahwa event olahraga mampu menjadi ruang promosi sekaligus transaksi langsung bagi usaha kecil dan menengah.
Fenomena tersebut mencerminkan arah baru pengembangan ekonomi kreatif daerah, di mana UMKM tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan mitra utama dalam penyelenggaraan event. Kuliner khas seperti Rawon Nguling menjadi nilai tambah yang meningkatkan daya tarik acara sekaligus memperpanjang durasi interaksi pengunjung di lokasi kegiatan.
Momentum ini turut mendapat perhatian pemerintah daerah. Bupati Probolinggo, Gus Haris, bersama Sekretaris Daerah, Ugas Irwanto, terlihat singgah dan berfoto bersama Haji Rofiq, Owner Rawon Nguling generasi ketiga. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menegaskan dukungan terhadap model kolaborasi antara event olahraga dan UMKM lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.
Owner Rawon Nguling, Ir. Ar. H. Rofiq Ali Pribadi, S.T., M.T., IPM., IAI., yang juga menjabat sebagai Ketua BPC PHRI Kabupaten Probolinggo, menilai Probolinggo Sae Run Highway 2026 sebagai ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha lokal dengan audiens yang lebih luas.
“Event seperti ini menjadi etalase potensi daerah. UMKM, khususnya kuliner lokal, harus hadir dan beradaptasi agar bisa tumbuh bersama agenda besar daerah,” ujar Haji Rofiq.
Menurutnya, keterlibatan UMKM legendaris dalam konsep sport tourism memberikan efek ganda. Selain meningkatkan eksposur usaha, juga mendorong pergerakan ekonomi di sekitar lokasi kegiatan, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penguatan rantai pasok bahan baku lokal.
“Ketika UMKM diberi ruang di event besar, dampaknya bukan hanya pada satu usaha, tetapi pada ekosistem ekonomi daerah secara keseluruhan,” tambahnya.
Keberhasilan Rawon Nguling memanfaatkan momentum Probolinggo Sae Run Highway 2026 menjadi penegasan bahwa adaptasi dan kolaborasi merupakan kunci keberlanjutan UMKM. Di tengah perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat, kuliner tradisional tetap mampu bertahan dengan menempatkan diri pada ruang-ruang strategis.
Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan terus dikembangkan, menjadikan event olahraga sebagai motor penggerak ekonomi kreatif. Dengan demikian, Probolinggo tidak hanya dikenal sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengintegrasikan UMKM legendaris dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (Jhon Qudsi)
