“Abdul Hadi Warga Gondosuli Pakuniran Probolinggo Menjadi Korban Jatuh Dari Lantai 2, Kini Masih Di Rawat Di RSU Bali”

Bagikan

Probolinggo berita harian Indonesia com. Abdul Hadi Warga Gondosuli Pakuniran Probolinggo Menjadi Korban Jatuh Dari Lantai 2, Kini Masih Di Rawat Di RSU Bali”*


Probolinggo || – Abdul Hadi saat di rawat di RSU Jimbaran Bali, Sulakip selaku keluarganya warga Dusun Kletek, Desa Gondosuli Kecamatan Pakuniran. Keluarga Sulakip mengadu dan meminta bantuan kepada Pemkab Probolinggo, Abdul Hadi korban (operasi cidera dikepala nya) ini sangat perlu dibantu oleh pihak Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Jum’at (31/01/25)

Sulakip sudah melaporkan melalui aplikasi Lapor Kand4 untuk saudaranya Abdul Hadi warga Gondosuli , namun beralamat KTP di Dusun Krajan Desa Kertonegoro Kecamatan Pakuniran, yang mengalami kecelakaan kerja di Jimbaran, Badung, Bali.

Menurut Sulakip saudaranya tersebut bekerja sebagai kuli bangunan, pada saat membangun rumah pribadi milik warga Bali, Abdul Hadi mendapat musibah.

Sulakip malam ini menemui Muhammad Kepala Desa Gondosuli meminta saran dan bantuan, karena kehabisan biaya pengobatan yang mencapai angka Rp.142 juta lebih.

Masih kata Sulakip, Abdul Hadi saudaranya terjatuh dari bangunan lantai dua yang menyebabkan kepalanya cedera parah dan harus dilakukan operasi di RSU Bali Jimbaran.

“Oleh pemilik rumah yang mempekerjakan Abdul Hadi, kami telah dibantu sebesar Rp.70 juta rupiah dan uang kami sendiri Rp.16 juta telah kami bayarkan ke pihak RS, sehingga masih ada kekurangan Rp.56 juta, per tanggal 31/01/2025 pukul 22.17 Wita”, ujar Sulakip.

“Kami sudah tidak memiliki biaya lagi dan ini terhitung tagihan masih berjalan, belum lagi biaya hidup kami”, lanjutnya.

Kekhawatiran Sulakip jika tidak segera keluar dari RSU tagihan akan terus bertambah, sedangkan biaya buat menebus (supaya bisa keluar dari rumah sakit tersebut) sudah tidak ada biaya lagi.

Sedangkan menurut pernyataan Muhammad Kepala Desa Gondosuli, sudah mengirimkan perangkatnya ke Bali untuk menjemput saudara Abdul Hadi siang tadi. Akan tetapi masih tertahan karena memang biaya pengobatan belum terbayar.

“Saya sudah menghubungi dinsos pak Bagong, katanya belum tersambung ke bu Kabid, juga ke Pak Oka Ketua Dewan, cuma masih belum ada solusi, jadi ini saya coba sarankan melalui Lapor Kanda , namanya ikhtiar, saya perjuangkan warga saya”, jelas Muhammad.

Setelah mengirimkan laporan melalui aplikasi Lapor Kanda beberapa saat Sulakip mendapat balasan jika laporan diterima dan akan diteruskan kepada pihak terkait.

“Mungkin karena sudah larut jadi besok mungkin segera ada tindak lanjut”, pungkas Muhammad, menenangkan kepada warganya. (Ipung)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *